Kepuasan Turun
SMRC (Saiful Mujani Research & Consulting) merilisi hasil survey selama bulan Juli 2026. Survey dilakukan tanggal 5-19 Juli 2026. Semua tahu bahwa sosok Saiful Mujani akhir-akhir ini viral karena kritikannya terhadap pemerintah. Bahkan Saful Mujani diancam oleh pendukung pemerintah.
Rilis survey ini bukan karena dipengaruhi sentimen Saiful Mujani terhadap pemerintah. Survey ini tanpa tendensi apapun. Survey ini murni dilakukan untuk mengetahui penilaian masyarakat terhadap isu-isu yang ada selama ini. Ada beberapa hasil survey yang dirilis diantaranya adalah: Ekonomi, politik dan penegakan hukum, Elaktabilitas calon-calon presiden, Pelaksanaan MBG dan program KDMP.
Adapun hasil survey untuk ekonomi, politik dan penegakan hukum terdiri dari kinerja presiden, kondisi ekonomi, kondisi politik dan penegakan hukum sebagai berikut:
Untuk kinerja presiden Prabowo Subianto, hasil survey SMRC menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
Puas dengan kinerja presiden sebanyak 51.1% (puas dan cukup puas)
Tidak puas dengan kinerja presiden sebanyak 46.9% (kurang puas dan tidak puas sama sekali)
Tidak tahu dengan kinerja presiden sebanyak 2.1 %.
Tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden ini turun drastis jika dibandingkan dengan hasil survey bulan Nopember 2025 yang mencapai 81.2 %. Dalam jangka waktu 9 bulan kepuasan terhadap kinerja presiden turun sebanyak 30%.
Untuk kondisi ekonomi, hasil survey SMRC menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
Kondisi ekonomi buruk 45.8% (lebih buruk dan jauh lebih buruk)
Tidak ada perubahan 32.5%
Kondisi ekonomi baik 19.7% (jauh lebih baik/lebih baik)
Tidak punya pendapat 2%
Adapun kondisi politik, hasil survey sebagai berikut:
Baik 13.5% (baik dan sangat baik)
Sedang 33.6%
Buruk 42.8% (buruk dan sangat buruk)
Tidak menjawab 10.2%
Adapun penegakan hukum, hasil survey menunjukkan:
Baik 26.4% (baik dan sangat baik)
Sedang 30.2%
Buruk 37.6% (buruk dan sangat buruk)
Tidak tahu 5.8%
Sementara survey SMRC terhadap elaktabilitas calon-calon presiden sebagai berikut:
Dedy Mulyadi 35%
Prabowo Subianto 14.5%
Anies Baswedan 8.2%
Gibran Rakabuming Raka 7.7%
Agus Harimurti Yudhoyono 4.9%
Ganjar Pranowo 4.2%
Mahfud MD 4.0%
Selain nama diatas perolehan surveynya dibawah 2% seperti Puan Maharani, Sherly Tjoanda Laos, PurbayaYudha Sadewa dan Surya Paloh.
Untuk hasil survey kepuasan publik terhadap pelaksanaan program MBG 61.6% tidak puas. Tidak hanya itu publik juga menilai tidak yakin program KDMP akan maju sebanyak 61.1%.
Sementara hasil survey dari Indikator Politik yang dinakhodai Burhanuddin Muhtadi yang dikutip oleh beberapa media, ternyata dalam rilisnya Indikator Politik tidak mengeluarkan hasil survey bulan Juli 2026 ini. Maka tidak benar jika ada pengamat atau media yang menyebutkan bahwa hasil survey Indikator Politik pada bulan Juli 2026 ini.
Sebelumnya beredar hasil survey yang dilakukan oleh Indikator Politik di beberapa media yang salah satu hasilnya terhadap kepuasan kinerja presiden 49% merasa puas. Akan tetapi hasil survey ini sudah dibantah oleh Burhanudin Muhtadi bahwa Indikator Politik tidak mengeluarkan rilis survey bulan Juli 2026.
Hasil survey ini menggambarkan bahwa tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden ternyata menurun. Mungkin dilatarbelakangi banyak hal diantaranya adalah pidato presiden yang menimbulkan kontroversi, penanganan kasus korupsi yang lamban, pembenahan MBG yang setengah hati dan lain sebagainya.
Menariknya, SMRC juga merilis figur calon presiden yang kemungkinan akan bertarung pada tahun 2029. Hasilnya sangat mencengangkan. Prabowo Subianto yang tetap ingin maju pada pilpres 2029 kalah telak dengan Dedy Mulyadi -gubernur Jawa Barat itu. Bahkan jika digabungkan antara Prabowo Subianto + Gibran Rakabuming Raka masih kalah jauh dengan ketenaran Dedy Mulyadi. Ini alarm bagi presiden Prabowo Subianto jika ingin maju lagi dalam kontestasi pilpres 2029. Hasil survey ini menjadi masukan berharga bagi presiden Prabowo Subianto dalam memperbaiki kinerja ke depan secara gratis.
Beberapa pihak menilai bahwa hasil survey SMRC ini terlalu dini untuk memprediksi pilpres 2029. Untuk tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden, pelaksanaan MBG, pelaksanaan KDMP bisa jadi benar, bisa jadi salah. Ingat bahwa tingkat akurasi survey SMRC itu berkisar 2-4% artinya jika kepuasan terhadap kinerja presiden 51.1% bisa jadi yang benar adalah 55.1% atau bisa jadi 47.1%.
Mari kita tunggu hasil survey lembaga lain. Apakah akan beririsan atau bahkan sama dengan hasil survey yang dirilis oleh SMRC. Biasanya setelah SMRC mengeluarkan hasil survey tidak lama lagi akan bermunculan hasil survey dari lembaga survey.