Bulan Sholawat Nabi
Rabiul Awal adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semua sirah Nabawiyah menyatakan bahwa Nabi akhir zaman ini dilahirkan pada bulan Rabiul Awal. Adapun tahunnya adalah tahun Gajah. Mengapa dinamakan tahun Gajah? Karena saat kelahiran Nabi Muhammad ini, pasukan Gajah yang dipimpin oleh Abrahah menyerang kota Mekkah. Sementara tanggalnya adalah tanggal 12.
Kelahiran Nabi Muhammad SAW diperingati oleh seluruh umat Islam di dunia. Banyak cara umat Islam memperingati kelahiran Nabi agung ini. Kelahiran Nabi Muhammad merupakan anugerah bagi semua alam. Semua umat Islam senang dengan kelahiran Nabi akhir zaman ini. Posisi Nabi Muhammad yang merupakan pemimpin para Nabi diyakini membawa risalah kesalamatan bagi seluruh alam.
Mayoritas umat Islam memperingati kelahiran Nabi Muhammad dengan membaca sirah/sejarah biografi Nabi Muhammad. Sejarah Nabi Muhammad dibacakan secara bersama-sama sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran juru selamat ini. Pembacaan sejarah biografi Nabi Muhammad ini lebih dikenal dengan istilah berjanjen di kalangan muslim Jawa.
Lihatlah ketika datang bulan Rabiul Awal atau bulan mulud dalam istilah Jawa, di seluruh pelosok desa Jawa tiap hari melantunkan sholawatan. Pembacaan sholawat inilah yang dikenal dengan berjanjen. Mengapa dinamakan berjanjen? tidak lain dan tidak bukan karena yang dibaca adalah kitab sirah karangan Sayyid Ja'far bin Hasan bin Abdul Karim al-Husaini al-Barzanji. Memang banyak kitab sirah/sejarah biografi Nabi Muhammad, akan tetapi yang lebih terkenal di Jawa adalah kitab karangan al-Barzanji tersebut. Ada juga yang menamakannya dengan diba'an. Mengapa dinamakan diba'an? Karena yang dibaca adalah kitab sirah Nabawiyah karangan al-Imam al-Jalil as-Sayyid as-Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman ad-Diba'i asy-Syaibani az-Zubaidi al-Hasaniy.
Dua kitab sirah inilah yang sering dibaca oleh umat Islam di Jawa ketika datangnya bulan mulud yaitu bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya orang dewasa saja akan tetapi remaja dan anak-anak sudah dibiasakan membaca kitab sirah ini. Berjanjen atau diba'an dilaksanakan tidak hanya siang atau sore hari akan tetapi juga malam hari. Lihatlah di tiap desa yang mayoritas penduduknya muslim, mereka membuat jadwal penyelenggaraan berjanjen/diba'an bergilir tiap rumah sampai tanggal 12 mulud. Tidak hanya bergilir tiap rumah saja, akan tetapi tiap malam di masjid, surau ataupun musholla juga dikumandangkan sholawat Nabi.
Inilah cara umat Islam Jawa merayakan kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW. Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun-temurun oleh umat Islam di Jawa. Inilah wujud kecintaan umat Islam Jawa kepada baginda Rasulullah. Walaupun secara geografis lokasi pulau Jawa sangat jauh dengan tempat kelahiran Nabi Muhammad, Mekkah, akan tetapi umat Islam di Jawa sangat mencintai Rasulullah dibuktikan dengan membaca sholawat tiap hari.
Apakah tradisi sholawatan, berjanjen atau diba'an ini ada di negara lain? Wallahua'lam. Tradisi ini adalah ciri khas muslim Jawa dalam mengartikulasikan kecintaan mereka kepada Rasulullah. Siapakah yang mencetuskan ide sholawatan, berjanjen atau diba'an ini? Tradisi sholawatan, berjanjen, atau diba'an adalah salah satu metode syiar Islam di negara ini. Puji-pujian terhadap Rasulullah selain untuk mengungkapkan rasa cinta kepada Rasulullah juga digunakan sebagai media syiar Islam oleh para ulama.
Selain sholawatan, berjanjen atau diba'an, sebagian masyarakat juga merayakan kelahiran Rasulullah dengan membagi-bagikan makanan kepada banyak orang. Pembagian makanan ini dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW. Bahkan tidak hanya makanan terkadang juga diselipkan uang disela-sela makanan tersebut. Inilah cara umat Islam Jawa merayakan kelahiran Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW pernah bersabda: Barang siapa senang atas kelahiranku, maka orang tersebut berhak mendapatkan syafa'atku. Rasulullah adalah satu-satunya nabi yang memberikan pertolongan kepada umatnya. Lihatlah Abu lahab yang jelas dinash sebagai orang kafir dan terus-menerus mendapatkan siksa dari Allah, dikarenakan Abu Lahab bergembira atas kelahiran Rasulullah maka tiap hari Senin dan Kamis, Abu Lahab bebas dari siksaan Allah. Ini adalah salah satu manfaat merayakan kelahiran Rasulullah SAW.
Marilah kita selalu melantunkan sholawat atas Nabi Muhammad SAW.