Tilik Kaji
Pemberangkatan jemaah calon haji Indonesia sudah dimulai tanggal 22 April 2026 menuju ke Madinatul Munawwaroh. Keberangkatan perdana ini merupakan gelombang pertama yang menuju ke Madinah dahulu sebelum menuju ke Mekkah untuk melakukan ritual ibadah haji. Keberangkatan jemaah calon haji Indonesia dibagi menjadi dua gelombang yaitu gelombang pertama dan gelombang kedua. Jemaah haji Indonesia yang mempunyai kuota terbanyak sedunia itu dibagi menjadi dua. Jumlah kuota jemaah haji Indonesia adalah 221.000, dimana jemaah sejumlah itu dibagi menjadi dua yaitu jemaah haji khusus yang penyelenggaraannya diserahkan sepenuhnya kepada swasta dalam hal ini biro ibadah haji dan umroh dan jemaah haji reguler yang penyelenggaraan hajinya ditangani pemerintah sepenuhnya dalam hal ini Kementerian Haji dan Umroh. Jumlah jemaah haji khusus tahun ini adalah 17.680 jemaah. atau 8% dari jumlah kuota jemaah haji Indonesia. Sementara jemaah reguler adalah 203.200 jemaah.
Jumlah jemaah reguler dibagi menjadi dua keberangkatan ke tanah suci dan kepulangannya ke tanah air. Gelombang pertama langsung menuju Madinah untuk ziarah makam Nabi Muhammad SAW. Selain ziarah makam Nabi, mayoritas jemaah calon haji juga melaksanakan ibadah sholat arbain (sholat berjamaah 40 waktu bersama imam masjid Nabawi). Setelah di Madinah kurang lebih 8 hari, jemaah gelombang satu ini diberangkatkan ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Setelah proses haji selesai, jemaah gelombang satu langsung pulang ke tanah air melalui bandara Jeddah.
Jemaah haji gelombang dua diberangkatkan langsung menuju Mekkah karena keberangkatan jemaah calon haji gelombang dua berdekatan dengan pelaksanaan ibadah haji. Setelah melaksanakan prosesi ibadah haji, jemaah haji gelombang kedua diberangkatkan ke Madinah untuk ziarah makam Nabi Muhammad SAW. Mayoritas jemaah haji juga melaksanakan ibadah arbain. Setelah kurang lebih 8 hari di Madinah, jemaah haji gelombang kedua ini langsung dipulangkan ke tanah air melalui bandara Madinah.
Operasional penyelenggaraan haji biasanya memakan waktu kurang lebih 40-41 hari dengan perincian perjalanan pulang pergi 2 hari, Madinah 8 hari, Arofah-Muzdalifah-Mina 6 hari dan 25 hari di Mekkah. Penyelenggaraan operasional ibadah haji tidak berubah walaupun kementerian yang menyelenggarannya sekarang berbeda. Tidak ada perubahan signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji baik ditangan Kementerian Agama maupun Kementerian Haji dan Umroh. Dari sinilah mengapa biaya ibadah haji sangat mahal bagi jemaah haji Indonesia. Living cost selama kurang lebih 38 hari di Mekkah dan Madinah. Sementara harga hotel dan transportasi sangat mahal ketika musim haji. Apalagi pemerintah Arab Saudi menaikkan biaya masy'aril haram (Arofah-Muzdalifah-Mina) maka bertambah mahallah biaya ibadah haji Indonesia.
Kembali ke tilik kaji. Ada sekitar 5 orang kawan kepala KUA yang tahun ini berangkat menunaikan rukun Islam kelima ini. 2 orang sebagai petugas dalam hal ini menjadi Ketua Kloter atau TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia) yang memimpin satu kelompok terbang (kloter) sejumlah 360 jemaah. Jumlah jemaah dalam kelompok terbang (kloter) berbeda-beda tergantung pesawat yang mengangkut jemaah. Jika pesawat yang digunakan adalah pesawat berbadan lebar maka jumlah jemaah dalam satu kelompok terbang adalah 450 orang. Kloter ini biasanya diangkut oleh pesawat Saudi Airlines. Sementara jika pesawatnya kecil maka jumlah jemaahnya 360 orang. Bisa dibayangkan bagaimana memandu 360 orang dan bertanggung jawab terhadap semua keperluan mereka. Memang benar dalam satu kloter ada 5 petugas nasional yaitu 1 ketua kloter, 1 pembimbing ibadah, 1 dokter dan 2 perawat. Selain 5 petugas tersebut ada petugas representasi daerah masing-masing, biasanya ada 2 orang. Akan tetapi tanggung jawab terbesar ada di ketua kloter. Ada juga ketua rombongan dan ketua regu akan tetapi mereka jelas berorientasi sebagai jemaah bukan sebagai petugas.
2 ketua kloter ini belum pernah berangkat haji. Tentunya pengalaman dan wawasan tanah suci jelas tidak ada. Sebenarnya dalam rekrutmen petugas haji diutamakan yang sudah haji karena dengan bekal sudah berangkat haji maka petugas tersebut akan lebih paham seluk beluk tanah suci dan tidak lagi mengutamakan ibadah haji. Ketiadaan pengalaman dan wawasan tanah suci akan membuat petugas tersebut serba bingung jika akan mengambil sebuah keputusan. Masukan saya kepada dua petugas haji tersebut adalah ketika sudah sampai Mekah maka kenalilah medan, bawa peta dan hapalkan jalur-jalur menuju ke Masjidil Haram. Kenal medan ini tidaklah mudah karena di saat datang di Mekkah, Mekkah sudah penuh dengan jemaah dari seluruh dunia apalagi petugas harus mengawal jemaah untuk melaksanakan ihram umroh dulu. Peta sangatlah penting karena tanpa peta, petugas akan kesulitan jika ditanya jemaah dan jika ada jemaah yang tersesat. Yang penting bagi petugas adalah stamina dan kesehatan. Dua hal ini harus benar-benar fit ketika bertugas. Bayangkan selama 40 hari harus memandu 360 orang yang latar belakang pendidikan, ekonomi, sosial, karakternya berbeda-beda. Jadi petugas harus sabar. Kuota sabarnya harus unlimited. Tidak boleh sedikit-sedikit marah dan capek. Petugas adalah orang super yang bisa memandu semua jemaah.
Sementara 3 orang lagi adalah jemaah reguler yang telah mendaftar haji 24 tahun yang lalu. Rata-rata yang berangkat haji tahun ini (2026) adalah pendaftar haji tahun 2012. Jemaah reguler memang enak. Pokoknya tinggal menyiapkan ilmu manasik haji dan kesehatan yang prima. Jemaah reguler ini ketika tiba di tanah suci tinggal melaksankan ibadah sunah sebelum puncak haji. Ibadah sunah semisal umroh sunah berkali-kali, jamaah di Masjidil Haram, i'tikaf di Masjidil Haram dan lain sebagainya. Beban jemaah reguler lebih ringan dibandingkan beban petugas haji. Jemaah reguler tinggal menunggu pelaksanaan puncak haji yaitu tanggal 8-12 Dzulhijjah. Sejak tanggal 8 Dzulhijjah, jemaah diberangkat ke Arofah untuk melaksanakan wukuf. Setelah wukuf jemaah diberangkat ke Muzdalifah untuk mabit (bermalam sejenak di Muzdalifah) kemudian menuju Mina untuk melaksanakan mabit di Mina. Mabit di Mina mulai tanggal 11-12 Dzulhijjah bagi nafar awal dan 11-13 Dzulhijjah jika nafar tsani. Saat prosesi puncak haji inilah dibutuhkan kesehatan yang prima. Prosesi armuzna (Arofah-Muzdalifah-Mina) adalah puncak dari pelaksanaan haji. Walupun jemaah sering melaksanakan ibadah sunah kalau saat Armuzna kesehatannya menurun apalagi tidak bisa mengikuti prosesi puncak haji maka rugilah jemaah tersebut. Maka bagi jemaah reguler harus benar-benar bisa menjaga kesehatan. Jangan terlalu terforsir melaksanakan ibadah sunah. Persiapkan diri untuk pelaksanaan puncak haji di Armuzna tersebut.
Bagi jemaah reguler yang masih usia muda dan diberi kesehatan prima lebih baik melaksanakan tanazul haji. Tanazul haji adalah melaksanakan proses ibadah haji secara terpisah dari kelompok dengan melaksanakan urutan ibadah haji dari wukuf di Arofah, mabit di muzdalifah kemudian lempar jumroh Aqobah, thowah Ifadhoh, tahallul, mabit di Mina dan lempar 3 jumroh. Setelah rukun dan wajib haji tersebut dilaksanakan maka selesailah prosesi ibadah haji. Tanazul haji dibutuhkan stamina prima karena lebih banyak jalan kakinya.
Tahun ini masih ada tanazul mina dan murur. Program ini diberlakukan sejak tahun 2023 untuk mengatasi persoalan mabit di Muzdalifah dan Mina. Karena keterbatasan tempat di Muzdalifah dan Mina maka sejak 2023 diberlakukan tanazul Mina dan murur bagi jemaah haji Indonesia yang hotelnya di sekitar wilayah Roudhoh dan Syisah. Tanazul Mina adalah jemaah haji tidak mabit di tenda Mina dan langsung pulang ke hotel. Ketika waktu lempar jumroh, jemaah haji berjalan ke jamarat (tempat lempar jumroh) secara bersama-sama dari hotel tempat menginap dan pulang kembali setelah lempar jumroh, begitu seterusnya sampai nafar awal atau tsani. Tanazul Mina ini mengurangi kepadatan jemaah haji di tenda Mina. Murur adalah jemaah haji tidak turun di Muzdalifah dan hanya mabit di atas bis yang mengangkut jemaah dari Arofah ke Mina. Murur mengurangi kepadatan dan berdesak-desakan jemaah di area Muzdalifah. Murur ini diperuntukkan hanya untuk jemaah haji lansia dan resiko tinggi.
Tanazul Mina dikhususkan bagi jemaah yang hotelnya dekat dengan jamarat. Wilayah hotel yang dekat dengan jamarat adalah Roudhoh dan Syisah. Kalau sekarang ada hotel di wilayah Aziziyah Janubiyah bisa jadi jemaah yang ada di wilayah Aziziyah Janubiyah ini juga bisa melaksanakan tanazul Mina.
Setelah semua prosesi ibadah haji selesai, jemaah diberangkatkan ke Madinah karena kloter kawan-kawan tadi termasuk gelombang kedua. Di Madinah hanya untuk ibadah. Biasanya ada city tour dari pihak biro. City tour dilaksanakan 3 hari setelah jemaah haji tiba di Madinah. City tour dilaksanakan sehari penuh dengan kesepakatan jemaah. Tujuan city tour biasanya adalah kebun kurma, masjid kuba', masjid qiblatain dan gunung Uhud. yang utama adalah ziarah makam Nabi Muhammad SAW. Selain itu biasanya jemaah haji Indonesia akan berdoa di raudhoh (salah satu tempat di surga yang ada di dunia). Raudhoh ini adalah salah satu tempat mustajabah (doa dikabulkan) di Madinah. Masuk Roudhoh sekarang tidak bisa seenaknya sendiri. Ada aturan hanya sekali masuk Roudhoh bagi jemaah haji. Selebihnya tidak boleh. Jika ingin masuk Roudhoh harus melakukan pendaftaran di aplikasi. Dari aplikasi tersebut nanti petugas akan melihat apakah sudah mendaftar atau belum.
Tilik kaji kali ini memang agak lumayan istimewa karena melibatkan seluruh kepala KUA dan lokasinya mulai dari ujung Selatan sampai ujung Utara Kabupaten Pati. Selamat menunaikan ibadah haji kawan-kawan . Semoga mendapatkan predikat haji mabrur dan mabruroh.