Jerman Angkat Koper
Jerman, tim panzer harus mengakui kehebatan wakil dari Amerika Latin, Paraguay. Jerman kalah dramatis dalam laga adu pinalti dalam pertandingan sistem gugur 32 besar piala dunia 2026 di Amerika Serikat. Sungguh sangat disayangkan jika tim panzer ini harus angkat kaki lebih awal dalam perhelatan piala dunia kali ini.
Jerman merupakan tim besar dan selalu menjadi langganan juara piala dunia harus mengakui keunggulan tim yang tidak diunggulkan, Paraguay. Pada pertandingan sebelumnya Brasil harus berjuang keras mengalahkan wakil Asia, Jepang. Kali ini Brasil berhasil mengalahkan tim Samurai Biru. Sudah diprediksi bawa tim Salecio akan mengalahkan Jepang.
Kejutan terjadi ketika pertandingan antara tim panzer Jerman dengan Paraguay. Secara rangking FIFA, Jerman berada di urutan ke-10 sementara Paraguay berada di urutan ke-41. Selisih jarak antara Jerman dan Paraguay sangat jauh. Dalam pertandingan kali ini, Jerman sangat diunggulkan dan mudah untuk mengatasi perlawanan Paraguay. Jerman tidak pernah memikirkan untuk adu pinalti. Jerman yakin akan mengatasi Paraguay dalam waktu 2 x 45 menit. Jerman tidak mempersiapkan diri untuk memenangkan pertandingan dengan adu pinalti.
Sementara Paraguay yang tidak diunggulkan dalam pertandingan ini, lebih santai memainkan permainan dan lebih fokus pada pertahanan. Pertahanan Paraguay memang sulit ditembus oleh pemain Jerman bahkan pemain Jerman seakan frustasi dengan sistem pertahanan Paraguay. Sistem pertahanan Paraguay nyaris sempurna seperti sistem pertahanan grendel ala Italia. Dengan menerapkan sistem pertahanan yang rapat dan sulit ditembus oleh lawan, Paraguay memaksa Jerman melakukan adu pinalti. Inilah yang dihindari oleh Jerman.
Mungkin pembaca sudah melihat bagaimana pertandingan dini hari tadi dan berakhir dengan adu pinalti ini. Bagi pembaca yang tidak melihat pertandingan tadi malam bisa saya gambarkan bahwa dalam laga adu pinalti ini memang sangat mendebarkan dimana sampai penendang terakhir yaitu penendang ke-5 skor masih 3-3. Akhirnya diputuskan untuk menambah satu lagi penendang. Tah yang ditunjuk untuk menjadi penendang ke-6 dari Jerman gagal mengeksekusi pinaltinya, sementara dari Paraguay, Jose Canale berhasil mengeksekusi tendangan pinaltinya sehingga Paraguay menang 4-3 dalam adu pinalti ini.
Satu wakil dari Eropa sudah angkat koper, sementara wakil Asia tinggal satu yaitu Australia. Jepang harus kalah dengan Brasil. Pertemuan Brasil melawan Jepang sebenarnya terlalu dini, akan tetapi itulah sepak bola. Satu tim unggulan sudah angkat koper. Mungkin akan ada kejutan lagi di pertandingan sesudahnya. Saat tulisan ini dibuat, sedang berlangsung pertandingan antara Belanda dan Maroko. Bisa jadi pertandingan ini akan dimenangkan oleh Maroko. Maroko walaupun tidak diunggulkan melawan Belanda kali ini bisa jadi Maroko membalikkan prediksi para pengamat bola dan pasar taruhan.
Perjalanan Maroko menuju 32 besar tidaklah mudah. Maroko berhasil menahan imbang tim Brasil yang dijagokan menjadi juara piala dunia 2026 kali ini. Maroko juga mengalahkan wakil Eropa, Skotlandia dan menang melawan Haiti. Maroko tidak bisa dipandang sebelah mata oleh tim orange Belanda.
Fase 32 piala dunia kali ini lebih menarik dibandingkan membicarakan kematian dokter icha yang kontroversial itu atau kematian 5 calon manajer kopdes ketika latsar militer atau pidato presiden Prabowo Subianto di depan para petani dan nelayan itu atau kunjungan mantan presiden ke-7, Jokowi ke Lampung yang penuh dengan massa itu.
Piala dunia menjadi hiburan masyarakat kita di tengah ekonomi yang carut marut ini. Untuk sementara masalah ekonomi berhenti sejenak dengan melihat hiburan piala dunia yang penuh kejutan ini. Orang Maluku mungkin sangat berharap agar timnas Belanda memenangkan pertandingan melawan Maroko kali ini. Bahkan mungkin orang Maluku berharap agar timnas Belanda menjadi juara piala dunia 2026 kali ini. Memang orang Maluku berbeda dengan orang Indonesia lainnya. Banyak pemain Belanda yang keturunan Maluku sehingga orang Maluku lebih mendukung timnas Belanda dibandingkan timnas negara lain. Lihatlah ketika Belanda lolos ke fase 32, orang Maluku pawai ke kota dengan membawa bendera Belanda dan merayakan keberhasilan tim oranye lolos ke fase gugur ini. Semoga nanti timnas Garuda ada pemain dari Maluku agar timnas Garuda didukung penuh oleh orang-orang Maluku.