Podcast Perdana
Selasa, 23 Desember 2025 adalah momentum perdana bagi KUA Dukuhseti melaunching acara podcast. Podcast sendiri sebenarnya asing bagi saya karena memang tidak pernah bersentuhan dengan masalah seperti ini. Launching acara podcast ini dikarenakan adanya tanggung jawab moral terhadap penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Agama Pusat dalam hal ini Dirjen Bimas Islam dalam acara anugerah layanan KUA 2025. Perlu diketahui dalam ajang anugerah layanan KUA 2025 semua nominee diberi penghargaan berupa seperangkat alat podcast. Alat podcast itu harus digunakan oleh KUA yang mendapatkannya dan melaporkan penggunaannya.
Seperangkat alat podcast ini terdiri dari: kamera kecil merek campro yang berfungsi untuk merekam video, 1 set micropon nir kabel untuk merekam audio yang dipasang di kerah baju host maupun nara sumber dan 1 lightining untuk pencahayaan ketika siaran podcast. Sebelum alat podcast dipakai, atas permintaan pihak pemberi agar memvideo ketika membuka barang (unboxing). Tujuannya adalah kalau ada masalah dengan alat podcast maka bisa dicomplainkan ke penjual. Sehari sebelumnya alat dibuka dan diujicoba. Pemasangan lightining untuk pencahayaan yang agak lama waktunya karena semua pegawai belum berpengalaman dalam hal fotograpi. Saya yang pernah mengenyam masalah fotograpi ketika masih kuliah sudah agak lupa pemasangan seperti ini. Akan tetapi begitu membuka alat lighting ini, ingatan saya langsung kembali ke masa-masa dimana saya pernah belajar teknik fotograpi ketika menjadi wartawan kampus waktu itu. Pemasangan alat lighting pun selesai dan ternyata alat lighting ini sudah canggih karena untuk mengatur pencahayaan sudah memakai remote control jadi operator alias teknisi tidak perlu memutar alat secara manual untuk mengatur pencahayaan, cukup dari jarak jauh sudah bisa mengatur pencahayaan. Micropon pun diuji coba. Microponnya ternyata memang berkualitas baik. Microponnya seperti micropon yang digunakan oleh youtuber ketika siaran. Tinggal uji coba kamera yang bermerk campro itu. Pegawai yang ditunjuk untuk menjadi teknisi podcast ternyata belum paham dengan penggunaan campro ini. Walaupun sudah browsing dan searching di internet belum bisa mempergunakan. Walhasil saya pun harus turun tangan. Jenis kamera ini adalah kamera yang langsung dicolokkan ke smart phone atau laptop dan langsung bisa dipakai tanpa setting apapun. Hanya saja harus ada aplikasi untuk merekam dan mengedit kamera ini. Aplikasi inilah yang harus diinstall di laptop atau smart phone. Akhirnya saya pilihkan aplikasi gratisan bernama OBS Studio. Setelah aplikasi terinstall tinggal mensetting dengan menambahkan kamera campro tersebut dalam aplikasi. Akhirnya jadilah campro tersebut dipakai untuk merekam dan mengedit video.
Setelah semua siap. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan lokasi acara podcast. Kebutuhan pun diidentifikasi. Lokasi dipilih di ruang akad nikah, di pojok belakang yaitu di depan rak arsip model pemeriksaan nikah. Lokasi itu dipilih karena menyesuaikan dengan tema yaitu podcast KUA yang backgroundnya adalah arsip model pemeriksaan nikah. Apalagi arsip model pemeriksaan nikah baru ditata dan dilabeli sehingga sangat menarik untuk menjadi background acara podcast. Kursi nara sumber dan host menggunakan kursi yang sudah ada yaitu kursi yang biasa digunakan calon mempelai ketika akad nikah di kantor. Masih ada yang kurang yaitu belum adanya meja yang digunakan untuk acara podcast. Keinginan para pegawai agar ada meja bundar seperti dalam podcast di media sosial itu. Kemudian belum adanya micropon yang digunakan dalam acara podcast seperti bentuk micropon dalam acara podcast profesional itu -micropon besar di depan host dan nara sumber-. Untuk masalah meja, saya carikan di lapak barang bekas. Tentunya dengan memilih barang yang bagus walaupun bekas. Akhirnya saya menemukan meja bundar seperti yang digunakan dalam acara podcast di lapak barang bekas tersebut. Harganya pun tidak mahal dan ramah di kantong. Untuk micropon sudah cukup dengan micropon yang ada tanpa harus membeli micropon seperti dalam acara podcast profesional di media sosial itu.
Tema, host dan nara sumber pun saya buat dalam acara podcast KUA Dukuhseti tersebut. Tema menyesuaikan dengan keadaan sekarang. Adapun host dan nara sumber adalah semua pegawai KUA Dukuhseti. Acara podcast pun saya susun dalam jangka waktu satu bulan setengah dimana dilakukan tiap seminggu sekali. Paling tidak ada 7 kali acara podcast sampai Januari 2026.
Podcast perdana kemarin mengambil tema membincang anugerah layanan KUA 2025: KUA Berbasis Digital dimana hostnya salah satu penyuluh PPPK KUA Dukuhseti, Faridatus Sa'adah. Adapun nara sumbernya adalah saya sendiri sebagai penerima anugerah layanan KUA 2025 tersebut. Acara podcast pun berjalan lancar dan nyaris mirip dengan acara podcast profesional walaupun ini baru pertama kali. Untuk video podcast bisa dilihat di akun media sosial KUA Dukuhseti atau di youtube KUA Dukuhseti dengan lamat link https://youtu.be/a7woYz2dHpU.
Memang ada beberapa evaluasi terhadap acara podcast perdana tersebut. Host harus benar-benar mempersiapkan diri baik dari segi pembawaan acara, bahasa, dan materi yang dibahas. Nara sumber juga harus menguasai betul materi dan suasana ketika podcast berlangsung. Sementara dari segi lightining masih perlu diperbaiki dalam hal pencahayaan agar podcast terasa natural seperti aslinya. Evaluasi untuk teknisi, agar teknisi menguasai dan belajar masalah perekaman, editing, dan penyimpanan video hasil podcast sehingga ketika podcast selesai langsung bisa diupload di akun media sosial.
Memang kegiatan podcast perdana ini masih banyak hal yang harus diperbiaki. Diperlukan penyesuaian di sana-sini agar acara podcast selanjutnya lebih baik. Secara keseluruhan acara podcast perdana bisa dibilang sukses walaupun ada kekurangan.
Sebuah terobosan jenius bagi KUA dalam menyampaikan program, isu, tugas pokok dan fungsi KUA secara khusus dan Kementerian Agama secara umum melalui acara podcast. Perkembangan teknologi yang begitu cepat harus diimbangi oleh insan KUA agar KUA tidak ketinggalan zaman dan tidak gagap teknologi.
Agar acara podcast ini berjalan secara kontinyu maka diperlukan penyusunan materi dan kegiatan secara terus-menerus. Jangan sampai acara podcast ini hanya hangat-hangat tahi ayam yaitu begitu semangat di awal dan layu di tengah jalan kemudian berhenti dalam diam.
Mungkin suatu saat acara podcast KUA Dukuhseti bisa menghadirkan nara sumber yang profesional yang bisa mengangkat pamor acara podcast KUA Dukuhseti.
Tetap semangat seluruh pegawai KUA Dukuhseti.