CNG
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa LPG akan diganti dengan CNG. Semua tahu bahwa LPG menjadi urat nadi rumah tangga negara ini. Semua ibu rumah tangga sekarang menggunakan LPG untuk memasak. Tidak hanya ibu rumah tangga akan tetapi para penjual di pinggir jalan bahkan penjual kaki lima keliling pun menggunakan LPG. Tanpa LPG maka tidak akan ada masakan diatas meja makan.
LPG adalah Liquefied Petroleum Gas atau gas minyak bumi cair. LPG adalah campuran hidro karbon yaitu propana-butana yang dicairkan. Artinya LPG adalah jenis minyak bumi yang semula padat kemudian dicairkan. LPG disimpan dalam bentuk cair. Ukuran pencairan itu 5-10 bar. Tekanan LPG dalam penyimpanan sekitar 5-10 bar artinya sangat kecil sekali dan sangat ringan.
Selama ini LPG sangat aman dipakai untuk rumah tangga. Kecelakaan penggunaan bahan bakar LPG sangat sedikit sekali. Jarang sekali kita mendengar kecelakaan akibat penggunaan LPG. Bahan utama LPG adalah gas dimana Indonesia masih mengimport bahan baku LPG ini. Import gas Indonesia saat ini terganggu dengan adanya perang di kawasan Teluk antara Amerika-Israil dan Iran. Tidak hanya Indonesia yang terganggu impor bahan bakar minyaknya akan tetapi seluruh dunia juga terganggu dengan perang di kawasan Teluk tersebut. Akibatnya pemerintah harus mencari alternatif lain untuk import bahan baku LPG ini.
Walaupun kita mempunyai sumber daya gas akan tetapi belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Berangkat dari kebutuhan dalam negeri yang besar untuk LPG, menteri energi dan sumber daya mineral menelurkan ide untuk mengganti LPG dengan CNG.
Apakah CNG itu?
CNG adalah Compressed Natural Gas. Gas alam yang dipadatkan. Pemadatannya mencapai 200-250 bar. Sangat tinggi sekali. Penyimpanan dalam tabung bisa berakibat ledakan jika tabung tidak kuat menahan tekanan gas tersebut. Bahan baku CNG ini sangat melimpah di dalam negeri sehingga tidak perlu import. Berangkat dari ketersediaan bahan baku yang melimpah di dalam negeri inilah kemudian menteri energi memilih CNG sebagai pengganti LPG.
Apakah CNG aman?
Selama ini CNG sudah dipakai untuk bahan bakar bajaj dan bus transJakarta. Apakah CNG nanti aman ketika dipergunakan untuk keperluan rumah tangga seperti memasak? Tentunya pemerintah sudah memikirkan tingkat keamanan penggunaan CNG untuk masyarakat. Harga CNG pun lebih murah 40-50% dibandingkan LPG.
Jika ide menteri energi ini terealisasi bisa jadi harga CNG lebih murah dibandingkan dengan LPG dan bahan bakunya berasal dari dalam negeri. Maka masyarakat tidak perlu lagi khawatir terhadap kenaikan harga bahan bakar dapur apalagi kelangkaan bahan bakar rumah tangga ini.
Pastinya tabung CNG akan jauh berbeda dengan LPG. Tabung penyimpanan CNG dan LPG memang jauh berbeda karena tabung CNG harus mampu menahan tekanan sampai 200-250 bar sementara tabung LPG hanya menahan tekanan 5-10 bar.
Apakah nanti harga CNG memang benar lebih murah dari LPG? Secara logika akal bahan bakunya tersedia melimpah di dalam negeri dan tidak ada bahan baku yang diimport dari luar negeri. Otomatis harganya akan lebih murah dari LPG jika tidak dikorupsi. Kemungkinan jika harga nyaris sama dengan LPG dikarenakan pembuatan tabung CNG yang lebih tahan tekanan. Material tabung CNG akan lebih mahal dibandingkan dengan material tabung LPG. Yang penting bagi para pengusaha CNG tidak mengambil untung besar dalam penjualan CNG ini maka dipastikan harga CNG akan lebih murah dibandingkan LPG.
Yang jelas jika ide menteri energi ini terealisasi, ibu rumah tangga tidak perlu lagi risau terkait pengeluaran rumah tangga. Kepala keluarga dalam hal ini para bapak yang mencari rezeki pun tidak perlu khawatir terhadap kompornya, kompor itu akan terus menyala. Yang penting matikan kompor setelah memasak.