Sya'ban 1447 Sama
Awal Sya'ban 1447 H tahun ini antara penganut hisab dan rukyat berbarengan alias sama yaitu bertepatan dengan tanggal 20 Januari 2026 M. Sesuai dengan berbagai macam metode hisab bahwa awal Sya'ban 1447 H jatuh pada tanggal 20 Januari 2026 M. Hisab berbagai metode tersebut menyatakan bahwa tanggal 19 Januari 2026 M adalah tanggal 30 Rojab 1447 H. Berbeda dengan pengamal rukyatul hilal yang menyatakan bahwa tanggal 19 Januari 2026 M adalah tanggal 29 Rojab 1447 H berdasarkan hasil pengamatan hilal akhir Jumadal Akhiroh 1447 H.
Semua sistem hisab baik itu taqribi, hakiki dan ashriyah (hakiki bi al-tahkik) menyatakan bahwa tanggal 19 Januari 2026 M adalah tanggal 30 Rojab 1447 H. Mau tidak mau tanggal 01 Sya'ban 1447 H bertepatan dengan tanggal 20 Januari 2026 M karena jumlah bilangan hari dalam satu bulan hijriyah maksimal 30 hari. Sementara menurut pengamal rukyatul hilal tanggal 19 Januari 2026 M adalah tanggal 29 Rojab 1447 H. Untuk menentukan awal bulan Sya'ban 1447 H harus dilakukan observasi hilal dahulu yaitu tanggal 29 Rojab 1447 H /19 Januari 2026 M. Jika dalam observasi hilal tersebut hilal bisa dilihat maka hari berikutnya bisa ditetapkan awal bulan Sya'ban 1447 H. Jika hilal tidak bisa dilihat pada observasi tersebut maka jumlah bilangan hari bulan Rojab 1447 H harus digenapkan menjadi 30 hari. Jika yang terjadi demikian maka awal Sya'ban 1447 H bertepatan dengan tanggal 21 Januari 2026 M.
LF PBNU adalah salah satu organisasi yang mengedepankan observasi hilal alias rukyatul hilal dalam menentukan awal bulan hijriyah. Selain LF PBNU belum ada organisasi lain yang murni menetapkan awal bulan hijriyah dengan menggunakan metode rukyatul hilal. Memang ada beberapa organisasi yang mendasarkan penetapan awal bulan hijriyah menggunakan rukyatul hilal akan tetapi tidak murni berdasarkan rukyatul hilal. Organiasi seperti Persis, LDII, dan lain sebagainya mengombinasikan (menggabungkan) antara rukyatul hilal dan kriteria. Mereka berpedoman kepada kriteria yang sudah disepakati bersama oleh negara ASEAN atau disebut dengan kriteria MABIMS. Kriteria MABIMS adalah kriteria yang disepakati bersama oleh negara ASEAN yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia dan Singapura. Adapun kriteria MABIMS adalah tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6.4 derajat. Jika kedua krIteria tersebut sudah terpenuhi pada saat ijtimak atau konjungsi maka hari berikutnya bisa ditetapkan sebagai awal bulan hijriyah tanpa harus menunggu penampakan hilal.
LF PBNU mengumumkan bahwa 01 Sya'ban 1447 H jatuh pada tanggal 20 Januari 2026 M berdasarkan rukyatul hilal. Ada salah satu tim perukyat LF PBNU yang melihat hilal pada rukyatul hilal kemarin sore -Senin, 19 Januari 2026 M-. Adapun tim rukyatul hilal dari LF PBNU yang melihat hilal ada di POB Cibeas Sukabumi Jawa Barat. POB Cibeas Sukabumi ini adalah POB Pelabuhan Ratu yang sudah terkenal itu. Dalam surat yang dirilis oleh LF PBNU ada sekitar 24 lokasi pengamatan hilal yang tersebar di seluruh Indonesia yang mengamati hilal pada sore itu. Dari 24 lokasi pengamatan hanya 1 lokasi yang berhasil melihat hilal yaitu POB Pelabuhan Ratu Cibeas Sukabumi itu. Dalam keterangan surat disebutkan bahwa hilal terlihat dengan mata telanjang dan teleskop pukul 18:31 WIB. LF PBNU belum merilis hasil jepretan hilal pada saat pengamatan Senin, 19 Januari 2026 M dari POB tersebut. Kita akan menunggu apakah hasil jepretan atau dokumentasi hilal awal Sya'ban 1447 H akan dirilis oleh LF PBNU atau tidak. Secara hisab memang hilal akhir Rojab 1447 H bisa dilihat karena ketinggian hilal sudah melebihi kriteria MABIMS. Ketinggian hilal di Indonesia berkisar antara 5-7 derajat. Ketinggian hilal tersebut sudah bisa dilihat dengan mata telanjang jika kondisi langit cerah.
Dalam pengamatan hilal Senin, 19 Januari 2026 M dilaporkan banyak lokasi pengamatan yang menunjukkan kondisi cuaca cerah walaupun sebelumnya beberapa hari wilayah Indonesia diguyur hujan. Hasil pengamatan hilal akhir Rojab 1447 H ini tidak menimbulkan perdebatan karena ketinggian hilal sudah melebihi kriteria dan bisa dilihat dengan mata telanjang. Dengan hasil pengamatan hilal akhir Rojab 1447 H ini maka tanggal 01 Sya'ban 1447 H ditetapkan pada esok harinya yaitu tanggal 20 Januari 2026 M.
Dengan adanya kesamaan tanggal 01 Sya'ban 1447 H antara penganut hisab dan pengamal rukyat maka awal Ramadhan 1447 H bisa jadi bersama dengan catatan kriteria yang dipakai adalah kriteria MABIMS bukan kriteria global seperti yang dipakai oleh Muhammadiyah. Muhammadiyah mendasarkan kalendernya dengan kriteri global atau yang sebut dengan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). KHGT berpedoman pada kriteria global seluruh dunia. Jika di negara manapun di dunia ini ada hitungan yang menyatakan bahwa hilal sudah muncul sesuai kriteria maka seluruh dunia saat itu mulai memasuki awal bulan baru. Tidak peduli hilal bisa dilihat atau tidak. Kriteria yang diberlakukan adalah ketinggian hilal minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat.
Selamat datang bulan Sya'ban 1447 H. Mari kita persiapkan diri kita untuk menyambut Ramadan 1447 H dengan memperbanyak amal sholeh.