Pemanasan Perang Dunia
Suhu dunia semakin mendidih. Suhu ini mendidih bukan karena perubahan iklim akan tetapi suhu ini mendidih karena ulah presiden Amerika. Gaya koboi Donald Trump membuat dunia dalam keadaan tidak baik-baik saja. Di sini, di negara ini kita masih saja berkutat dengan MBG, ijazah palsu, ketidakberdayaan pemerintah menangani bencana Aceh, kelahi antar TNI dan Brimob, pembungkaman aktivis dan jurnalis sementara di luaran dunia sana, moncong senjata sudah diarahkan ke negara yang siap diterkam.
Laut Atlantik Utara walaupun saat ini suhunya paling ekstrem dinginnya, akan tetapi suhu di permukaan sangat mendidih melebihi panasnya suhu air panas. Penangkapan dan penyanderaan kapal tanker milik Rusia oleh Angkatan Laut Amerika membuat Rusia gusar dan marah. Rusia pun langsung mengirimkan kapal perang dan kapal selamnya untuk mengawal kapal tanker ini. Akan tetapi pengiriman kapal selam dan kapal perang Rusia ini sudah terlambat karena Angkatan Laut Amerika sudah menangkap dan menyandera kapal berbendera Rusia ini. Apakah penyanderaan kapal Tanker berbendera Rusia ini akan menjadi pemicu perang Dunia ke-4? Mengapa saya menyebut perang dunia ke-4 karena sejatinya perang dunia ke-3 sudah terjadi di Ukraina dan belum kelar sampai sekarang.
Mari kita lihat dan gabungkan puzzle-puzzle yang berserakan terkait memanasnya suhu dunia saat ini. Ini bukan teori konspirasi. Kalau ada yang menyebut teori konspirasi silahkan saja akan tetapi ini adalah ilmu kontra intelejen. Untuk membaca langkah intelejen ada ilmunya yaitu ilmu kontra intelejen. Ilmu kontra intelejen tidak perlu ada kursusnya akan tetapi cukup bagi seseorang membaca, menguasai dan menganalisa sebuah kejadian dengan mengumpulkan banyak bukti. Dari banyak bukti itulah kemudian digabungkan, dibaca dan dianalisa maka akan ketemu maksud intelejen tersebut. Dari tujuan dan maksud intelejen itu bisa dicounter dengan langkah kontra intelejen.
Kembali ke puzzle yang berserakan. Beberapa puzzle berserakan antara lain:
Amerika menyerang Venezuela dan menangkap presidennya, Nicolas Maduro.
Pasca penangkapan presiden Venezuela, Amerika menguasai penuh minyak Venezuela bahkan pemerintahan Venezuela juga disetir oleh Amerika
Amerika mengirimkan Angkatan Lautnya ke wilayah Venezuela untuk memblokir pengiriman minyak Venezuela dimana Rusia, Tiongkok, Iran membeli minyak dari Venezuela dengan harga murah.
Amerika mengirimkan pasukan khususnya ke Inggris. Ada sekitar 10 penerbangan untuk mengangkut pasukan khusus ke Inggris.
Israel minta bantuan Rusia untuk mendinginkan Iran.
Rusia mengevakuasi seluruh diplomat dan keluarganya serta warga negaranya dari Israil
Iran diguncang demontrasi anti pemerintah besar-besaran yang disinyalir didukung Amerika.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Khameini menelpon Putin untuk membicarakan kondisi darurat Iran dan membicarakan langkah evakuasi pemimpin tertinggi tersebut jika kondisi Iran diserang oleh musuh.
Israil mengebom basis Hizbullah di Libanon.
Iran meningkatkan kewaspadaan militernya dalam kondisi tinggi.
Iran siap menyerang Israil dalam waktu dekat.
Iran siap perang habis-habisan dengan Israil dan Amerika.
Presiden Amerika, Donald Trump mengultimatum Iran dan bisa melakukan tindakan militer seperti di Venezuela
Presiden Amerika kembali ingin mengakuisisi Greenland milik Denmark.
Denmark marah kepada Amerika dan mengirimkan pasukannya ke Greenland untuk menjaga kepulauan tersebut jika sewaktu-waktu diserang Amerika.
6 negara NATO marah terhadap Amerika karena ulah Amerika untuk menguasai Greenland.
Rusia menyerang pabrik pemurnian bunga matahari milik perusahaan Amerika, Bunde Ltd di Dnipropetrovsk Ukraina dan hancur.
Rusia menyerang investasi Amerika di bidang peralatan listrik di Ukraina Barat.
Amerika dan Israil siap menyerang Iran
Arab Saudi mengebom pelabuhan Yaman Selatan.
Rusia mengirimkan kapal perusak kabel bawah laut di utara Inggris.
Penyitaan aset Rusia untuk membiayai perang Ukraina di bank-bank Eropa ditentang oleh bank Eropa.
Dari Puzzle yang berserakan itu dapat disusun menjadi satu kesatuan utuh. Rusia ternyata lebih maju dan siap menghadapi perang dunia ini. Buktinya Rusia telah mengirimkan banyak kapal perusak kabel bawah laut yang merupakan urat nadi komunikasi internet di seluruh dunia terutama Eropa. Tidak hanya mengirimkan kapal perusak akan tetapi juga kapal selam yang tidak bisa dideteksi oleh radar apapun dan bisa merusak jalur kabel internet bawah laut. Tidak hanya kabel bawah laut akan tetapi pipa minyak dibawah laut pun bisa dirusak. Dalam dunia perang, komunikasi adalah hal penting dan sangat urgent. Komunikasi adalah panglima perang. Jika komunikasi terputus maka apapun akan terputus. Maka negara yang menguasai komunikasi lah yang akan memenangkan perang ini.
Tidak hanya komunikasi, faktor ekonomi juga menjadi incaran Rusia. Dengan merusak seluruh saluran pipa minyak dan gas bawah laut maka Eropa akan gelap gulita dan ekonomi Eropa akan berhenti total. Tanpa letusan peluru, negara Eropa (NATO) akan kalah perang. Di sinilah mengapa Amerika mengirimkan pasukan khususnya ke Inggris. Pengiriman pasukan ini tidak lain adalah untuk menggagalkan usaha Rusia ini. Akan tetapi usaha ini sudah kadaluarsa. Pengiriman pasukan ini tidak akan banyak membantu walaupun diisi oleh pasukan khusus seperti Delta Force. Rusia sudah mengamankan teritori yang akan dirusak dan armada perang bawah laut Rusia sudah menumpuk di perairan ini.
Mengapa Donald Trump menyerang Venezuela? Sejatinya Amerika ingin memotong pasokan minyak murah ke Rusia dan sekutunya. Dengan memotong pasokan minyak murah Rusia dan sekutunya maka ekonomi Rusia akan tercabik-cabik. Faktanya tindakan Amerika menyerang Venezuela sebenarnya adalah reaksi Amerika terhadap serangan Rusia yang ditujukan kepada perusahaan Amerika di Ukraina. Amerika kalah langkah dengan taktik intelejen Rusia.
Eropa (NATO) frustasi dengan kondisi perang di Ukraina. Penyitaan aset Rusia yang disimpan di bank-bank Eropa ditentang oleh bank Eropa itu sendiri sehingga NATO harus mencari pendanaan agar tetap bisa mendanai perang Ukraina. Amerika yang juga menginginkan aset Rusia tidak bisa bergerak leluasa karena bank Eropa menolak penyitaan aset tersebut.
Amerika dan Israil berusaha untuk menundukkan satu persatu sekutu Rusia. Suriah dan Venezuela sudah dikuasai. Langkah selanjutnya adalah menundukkan Iran. Israil dan Amerika sudah pernah menyerang Iran akan tetapi belum berhasil menggulingkan pemerintah Iran saat itu. Bahkan Israil menderita kerugian yang lebih besar dibandingkan dengan Iran. Saat ini Amerika dan Israil bersatu lagi untuk menyerang Iran dan dikabarkan akan menjadi taruhan besar bagi Amerika di Timur Tengah. Iran pun sudah siap jika diserang oleh kedua negara bangsat ini. Menurut informasi yang beredar di Iran bahwa tanggal 31 Januari 2026, Iran akan menyerang duluan -pre emptive strike- sebelum diserang oleh kedua negara ini. Dari sinilah mengapa Rusia mengevakuasi seluruh diplomat dan warga negaranya dari Israil. Rusia sudah dikasih tahu sama Iran dan Israil. Perang Iran vs Amerika dan Israil akan menjadi perang puputan -perang habis-habisan- bagi Iran. Dari sinilah konteknya mengapa Ayutullah Khameini menelpon Putin dalam rangka membicarakan evakuasi pemimpin tertinggi Iran itu jika dalam kondisi darurat.
Jelas perang tidak bisa dihindari. Bagaimana kondisi Rusia sendiri? Rusia masih sangat mampu untuk tetap melanjutkan perang melawan NATO di Ukraina. Rusia sudah menguasai 25% wilayah Ukraina. Wilayah yang dikuasai Rusia adalah wilayah Ukraina yang kaya akan tambang mineral dan tambang logam tanah jarang (rare earth). Tahun 2026 target Rusia adalah menguasai pelabuhan Odessa Ukraina. Pelabuhan Odessa adalah satu-satunya pelabuhan laut yang tersisa milik Ukraina yang berada di laut Hitam. Jika pelabuhan laut ini dikuasai Rusia maka praktis Ukraina akan terblokir dari wilayah laut. Dengan menguasai laut hitam, Rusia bisa mengamankan jalur logistik apapun ke negaranya. Sementara arus perdagangan Ukraina dan negara NATO terhenti dan tidak bisa mengakses ke negara Ukraina. Blokade laut hitam menjadi game changer Rusia untuk mengalahkan Ukraina dan NATO dari laut.
Bagaimanakah langkah lanjutan Putin dalam memainkan orkestra perang abad ini? Kita masih akan disuguhi langkah-langkah cerdik Putin menyusun taktik perang masa kini. Walaupun dikeroyok 32 negara NATO plus Amerika, Putin tidak akan mundur. Apakah Rusia akan kalah dalam perang ini? Terlalu dini jika mengatakan Rusia akan kalah dalam perang ini walaupun beberapa sekutunya ditundukkan satu persatu.
Langkah Amerika dan NATO kelihatan tidak berpola dalam menghadapi langkah catur Putin ini. Bisa jadi Amerika dan NATO stress menghadapi langkah cerdik Putin. Lihatlah bagaimana langkah Trump yang tiba-tiba menyerang Venezuela dan mengobarkan perang dengan Iran. Sangat kelihatan langkah ini adalah langkah orang stress karena tidak memikirkan akibatnya bagi Amerika sendiri. Pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Amerika memantik protes internasional bahkan oleh warga Amerika sendiri. Dunia internasional memandang bahwa Rusia lebih menghormati hukum internasional dibandingkan Amerika. Simpati kepada Rusia dari dunia internasional merupakan modal kuat Rusia untuk menghadapi pelanggaran yang dilakukan oleh Amerika.
Mari kita nikmati orkestra perang abad 21 ini dengan santai dan akal sehat.