Kabur ke Yaman
Ada apa tiba-tiba negara Yaman disinggung oleh presiden Prabowo Subianto dalam acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu 29 April 2026. Saya tidak sedang protes atau mengkritik sambutan presiden kita dalam acara tersebut. Saya termasuk orang yang sangat optimis dengan negara ini. Jangan ada kata pesimis sedikit pun terhadap nasib negara ini. Negara ini adalah negara yang subur, makmur, gemah ripah loh jinawi, subur kang sarwo tinandur, murah kang sarwo tinuku. Begitulah nenek moyang saya mengajari untuk mencintai negara ini dan selalu optimis dengan kondisi negara ini. Di negara ini tidak akan pernah ada orang kelaparan karena negara ini adalah tanah surga. Tongkat dan kayu jadi tanaman. Sebagaimana lagunya Koes Plus yang melegenda itu.
Mengapa tiba-tiba ada sambutan presiden Prabowo Subianto Silahkan kabur ke Yaman. Tentunya sambutan tersebut diliput oleh semua media baik dalam negeri maupun luar negeri. Ini saya kutipkan sambutan presiden Prabowo Subianto dalam acara tersebut yang saya ambil dari beberapa media:
“Terus kita dibikin apalagi Indonesia gelap, matanya buram Indonesia gelap, Indonesia terang. Ada yang mau kabur, ada yang mau kabur, kabur saja, kabur saja kau ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan. Mau kabur ke mana?” ujarnya.
Latar belakang pernyataan presiden kita tersebut karena banyaknya narasi dari pengamat atau bahkan netizen yang merasa masa depan negara ini suram dan mereka pesimis dengan negara ini. Menanggapi narasi tersebut presiden kemudian melontarkan pernyataan tersebut. Tentunya presiden sudah berpikir dalam melontarkan pernyataan itu. Mengapa presiden menyebut negara Yaman ketika ada narasi Indonesia suram.
Sejatinya presiden tidak perlu melontarkan pernyataan seperti itu walaupun itu sebagai candaan. Apalagi pernyataan itu dikeluarkan oleh seorang pemimpin negara yang mayoritas warganya muslim. Secara komunikasi politik, pernyataan tersebut melukai hati warga negara Yaman yang sudah menjadi negara sahabat Indonesia sejak lama. Kita tidak tahu pasti latar belakang presiden sampai menyebut negara Yaman dalam acara tersebut.
Kalau kita analisa pernyataan presiden Prabowo Subianto tersebut mengandung arti bahwa negara Yaman tidak sebaik Indonesia atau bahkan sebaliknya, negara Yaman lebih baik dari Indonesia karena kita tidak tahu pasti maksud penyebutan negara Yaman yang dimaksudkan oleh presiden. Dalam komunikasi itu ada 3 varian yang perlu kita ketahui yaitu pembicara, statemen dan pendengar. Konteks statemen yang dilontarkan oleh pembicara akan dipahami berbeda oleh pendengar. Maksud statement pembicara tidak selalu sama dengan apa yang dipahami oleh pendengar. Bisa jadi maksud pembicara bertolak belakang dengan apa yang dipahami oleh pendengar. Bisa jadi maksud pembicara dan apa yang dipahami pendengar sama. Pendengar sah-sah saja menginterpretasikan statemen yang dilontarkan pembicara tersebut. Jika ingin mengetahui maksud statemen pembicara maka orang harus menanyakan (klarifikasi) kepada pembuat statemen.
Statemen presiden Prabowo Subianto bisa dipelintir oleh orang yang anti terhadap presiden Prabowo. Bagi netizen yang anti terhadap Prabowo Subianto maka statemen ini akan menjadi bumerang bagi presiden. Bagi pendukung presiden Prabowo Subianto, statemen tersebut dianggap biasa saja.
Statemen tersebut memang dapat kita pahami bahwa negara Yaman tidak sebaik negara ini. Mungkin kondisi Yaman sebagaimana berita selalu dilanda perang saudara. Perlu diketahui kondisi Yaman sekarang terbelah menjadi dua yaitu Yaman Utara dan Yaman Selatan. Yaman yang didukung oleh Iran, dikuasai oleh Houthi dan Yaman yang didukung oleh Saudi Arabia. Yaman yang dikuasai Houti ini sekarang lagi naik daun karena menentang hegemoni Amerika dan Israil. Houtilah yang berhasil menghancurkan kapal induk Amerika di laut merah. Peristiwa penghancuran itu bisa dilihat di youtube yang sudah viral itu. Sementara Yaman yang didukung oleh Saudi Arabia tidak pernah ada kabarnya karena kondisinya damai-damai saja.
Yaman bukanlah negara seburuk yang kita anggap. Yaman pusat ilmu dan peradaban Islam. Banyak pelajar dan mahasiswa kita menimba ilmu di negara Yaman. Ribuan pelajar kita belajar di Yaman. Walaupun ada kesan negatif dengan negeri Yaman terkait dengan gelar habaib di negara ini akan tetapi kita tidak bisa mengeneralisir bahwa Yaman adalah jelek dan negara tertinggal.
Yamanlah yang berhasil memukul mundur Amerika di laut merah. Yamanlah yang berani melawan hegemoni Amerika di kawasan teluk selain Iran. Yaman adalah salah satu wilayah yang disebut dalam perjalanan hidup (sirah) Nabi Muhammad SAW.
Kembali ke statemen presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo Subianto mungkin lebih tahu tentang negara Yaman karena dulu presiden Prabowo pernah lama mukim di Yordania. Yordania lebih dekat dengan Yaman. Presiden Prabowo waktu itu menjadi karib dari sultan Yordania sekarang. Mungkin kedekatan dengan pemimpin Yordania itu ditambah dengan lama mukim di Yordania maka informasi dan perkembangan Yaman sangat dipahami dan dikuasai oleh presiden Prabowo.
Mungkin netizen atau pengamat yang mengatakan masa depan suram bagi negara ini karena melihat fakta di lapangan yang sering ditemuinya selalu carut marut. Ini hanya tebakan. Mungkin netizen dan pengamat tersebut gundah dengan kondisi negara ini yang semakin ke sini semakin tidak jelas. Kegundahan tersebut bukan berarti pengamat atau netizen tersebut tidak cinta dengan negara ini. Bisa jadi itulah cara mereka mencintai negara ini. Saya tidak yakin para pengamat dan netizen yang mengolok-olok dan menjelek-jelekkan negara ini kemudian mereka meninggalkan negara ini. Saya kira tidak. Mungkin pengamat dan netizen ingin melaporkan kepada presiden bahwa ada fakta di lapangan seperti ini.
Memang jadi pemimpin bagi negara berpenduduk 280 juta yang latar belakang ekonomi, sosial, pendidikan, suku, bahasanya berbeda-beda harus benar-benar nyegoro. Maksud nyegoro adalah berjiwa besar. Semua kritikan dan masukan dari siapapun harus didengar dan dijadikan momentum untuk instrospeksi diri demi perbaikan ke depan. Tidak mudah menjadi presiden negara sebesar Indonesia. Presiden tidak boleh marah-marah terhadap kritikan dan masukan dari warganya. Yang penting presiden tetap bekerja sesuai dengan visi dan misinya. Kritikan dan masukan dari warga adalah bentuk kecintaan warga terhadap negara ini.
Kalau negara ini kolaps, saya yakin semua warga negara akan bergotong royong, bahu membahu menyelamatkan negara ini. Sebagai pemilik sah negara ini, warga negara akan berjuang sampai titik darah penghabisan menyelamatkan negara ini dari kehancuran. Semisal ada agresi dari negara lain, saya yakin 100% warga negara ini akan melawan dan mengusir agresor dari negara ini. Kecintaan warga Indonesia terhadap negaranya jangan diragukan lagi. Kemerdekaan negara ini adalah bukti bahwa warga negara Indonesia mencintai negeri ini. Jika ada warga negara yang nakal itu sebuah kewajaran. Dalam keluarga, tidak semua penghuninya baik semua. Ada yang sedikit nakal. Ada yang nakal sekali dan macam-macam. So, marilah kita selalu berprasangka baik terhadap siapapun. Jangan berprasangka jelek terhadap siapapun. Selalu optimis dan jangan pesimis.