Netanyahu Tewas
Kabar Benyamin Netanyahu tewas sudah ramai di media sosial sejak tewasnya kepala Mossad dan adiknya Benyamin Netanyahu. Tewasnya Perdana Menteri Israil itu diperkirakan tanggal 7 Maret 2026 pasca serangan Iran terhadap rumah adiknya. Menurut berita dari kanal berita terpercaya di Israil seperti Haaretz, i24News, Israil Nation News, Channel 12 dan lain sebagainya memberitakan bahwa benar perdana menteri Israil, Benyamin Netanyahu tewas. Berita ini sudah menyebar di internal kanal berita Israil. Tinggal menunggu pengakuan dari pemerintah Israil. Biasanya Israil menutup rapat kematian dan kerusakan apapun terkait dengan serangan Iran. Penutupan informasi ini merupakan bagian taktik dalam perang.
Menurut berita di internal Israil, Benyamin Netanyahu tewas bersama 6 jenderal yang saat itu mengadakan pertemuan. Kemungkinan besar tewasnya perdana menteri Israil itu ada di rumah adiknya yang kena serangan rudal Iran. Dalam berita disebutkan bahwa adik Benyamin Netanyahu tewas bersama dengan eks menteri keamanan Israil, Ben Gvir. Saat itu juga diberitakan bahwa kepala Mossad juga tewas.
Bagaimana kebenaran terhadap berita di media sosial tersebut. Sebelumnya pemerintah Israil sudah membantah tewasnya perdana menteri Zionist tersebut. Ada beberapa kejadian yang bisa kita jadikan sumber untuk menguji kebenaran berita tersebut yaitu:
Selama beberapa hari pasca serangan Iran tanggal 7 Maret 2026, Benyamin Netanyahu tidak pernah muncul ke publik. Biasanya tiap hari perdana menteri ini selalu muncul di televisi untuk mengomentari perang dengan Iran ini. Kejadian ini menjadi bukti bahwa memang Benyamin Netanyahu tewas walaupun dibantah oleh pihak Israil.
Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkof membatalkan kunjungannya ke Israil menemui Benyamin Netanyahu untuk membahas perdamaian dengan Iran. Pembatalan kunjungan ini mengindikasikan bahwa Benyamin Netanyahu memang dalam kondisi tidak baik-baik saja alias tewas atau terluka serius dalam serangan Iran.
Jika memang benar kabar tewasnya Benyamin Netanyahu oleh portal berita Israil maka dipastikan kematiannya akan membawa dampak besar terhadap Israil. Saat ini Israil harus berperang melawan 2 musuh yaitu Iran dan Hezbullah. Pasukan khusus Israil Givati dan Golani harus bertempur melawan Hizbullah dan Iran. Sementara angkatan udara Israil tidak sekuat yang diharapkan. False flag (kesalahan sasaran tempur) sering terjadi. Infiltrasi pasukan khusus Israil, Givati ke Lebanon di lembah Bekaa diketahui oleh Hizbullah dan dinetralkan oleh Hizbullah.
Payung udara Israil tidak bisa menintersep rudal jelajah Iran. Rudal terbaru Iran sangat sulit untuk diintersep dengan sistem Iron Dome Israil. Kondisi Israil luluh lantak di beberapa wilayah. Israil dikabarkan mengalami kerugian Rp. 4 Triliun tiap hari untuk mendanai perang ini. Perang jauh dari kata damai. Kabar terakhir Amerika mengirimkan perisai udara dari Semenanjung Korea ke Israil untuk melindungi Israil dari gempuran rudal Iran. Kemungkinan perang akan selesai dalam waktu dekat sangat mustahil. Iran sudah bersumpah untuk tidak menghentikan perang sebelum ada yang kalah dan menang.
Kita tunggu apakah memang Benyamin Netanyahu tewas? Kalau misalnya Benyamin Netanyahu tampil di publik dan berpidato ada 2 kemungkinan yaitu: bisa jadi dia memang tidak tewas atau dia memang tewas dan pidato di publik tersebut merupakan hasil rekayasa teknologi AI. Yang jelas Israil tidak akan jujur mengakui kematian perdana menterinya. Mengapa demikian? Kalau sampai tewasnya perdana menteri diketahui oleh publik maka reputasi Israil akan runtuh dan rakyat Israil akan menanggung malu di dunia internasional.
Perang masih lama dan kabar tewasnya perdana menteri Israil bisa kita ketahui setelah perang usai. Kalau perdana menteri Israil masih Benyamin Netanyahu maka dipastikan Benyamin Netanyahu tidak tewas dalam serangan Iran. Jika perdana menteri Israil bukan Benyamin Netanyahu maka dipastikan Benyamin Netanyahu tewas dalam serangan Iran.