KUA Berbasis Digital
Saya tidak menyangka sama sekali mendapatkan anugerah layanan KUA 2025 di penghujung tahun 2025 ini. Saya juga tidak berharap begitu banyak terkait anugerah layanan KUA 2025 yang baru diadakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia ini. Serasa mimpi saja saya mendapatkan anugerah ini. Tak terbersit secuil harapan untuk mendapatkan anugerah ini, karena saya yakin di luaran sana masih banyak KUA yang lebih dari KUA yang saya pimpin saat ini. Bagi saya kerja di manapun adalah melayani masyarakat secara baik, cepat, tepat dan akurat. Pelayanan cepat, tepat dan akurat merupakan keniscayaan karena zaman sekarang adalah zaman teknologi informasi. Semua orang menginginkan kecapatan informasi, ketepatan layanan, dan akurasi data. Untuk mendukung layanan cepat, tepat dan akurat tersebut dibutuhkan teknologi yang tepat.
KUA adalah the real ulil amri begitulah Menteri Agama menyebut KUA. Maksud the real ulil amri adalah wujud dari pemerintah sebenarnya yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Penyebutan the real ulil amri itu memang tidak salah dan memang benar adanya. Dalam hal pernikahan jika wali mempelai perempuan tidak ada maka yang berhak menjadi wali adalah hakim. Adapun wali hakim dijabat oleh pemerintah (sulthon). Pemerintah seharusnya adalah presiden sebagai wali mempelai perempuan. Akan tetapi presiden mempunyai pembantu yaitu menteri agama. Presiden mewakilkan kepada menteri agama. Kemudian menteri agama mewakilkan kepada bawahannya secara birokratis dan sampailah kepada kepala KUA di tingkat kecamatan. Maka KUA lah yang mewakili presiden dalam hal wali hakim. Disinilah korelasi sebutan the real ulil amri bagi KUA.
Kembali ke anugerah layanan KUA 2025. Anugerah layanan KUA 2025 ini ditunjuk langsung oleh kantor wilayah masing-masing untuk mewakili wilayahnya di tingkat nasional. Setelah diseleksi di tingkat provinsi kemudian diajukan ke tingkat nasional. Silahkan baca www.catatanridwan.id/anugerah-layanan-kua. Ada 9 kategori KUA yang diberikan anugerah layanan dan 3 kategori lainnya yaitu:
Kategori KUA Multi Layanan
Kategori KUA Ekoteologi
Kategori KUA Berbasis Digital
Kategori KUA Tertib Administrasi
Kategori KUA Inspiratif
Kategori KUA Pemberdayaan Dana Sosial Keagamaan lainnya
Kategori KUA Cegah dan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan
Kategori KUA Inovasi Program Penyuluhan Agama
Kategori KUA Ramah Kelompok Rentan
Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota peduli KUA
Kategori Pemerintah Provinsi Peduli KUA
Tokoh Perubahan KUA
Provinsi Jawa Tengah mengirimkan semua kategori kecuali Kategori Pemerintah Provinsi Peduli KUA karena kategori ini menurut tim penyaring Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Pemprov Jawa Tengah tidak masuk dalam kategori ini sehingga tidak diajukan walaupun wakil gubernur Jawa Tengah adalah santri tulen akan tetapi kepeduliannya terhadap KUA masih dipertanyakan.
Sesuai jadwal pengumuman anugerah layanan adalah tanggal 9 Desember 2025, akan tetapi sampai tanggal 10 Desember 2025 belum ada tanda-tanda pengumuman dikeluarkan. Kemudian tanggal 10 Desember 2025 siang baru ada kabar di group bahwa KUA yang saya pimpin mendapatkan salah satu anugerah tersebut. Saat ada pemberitahuan tersebut saya menghadiri pelantikan pengurus APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) Cabang Pati. Telpon dari salah satu pejabat di provinsi pun tidak saya angkat karena saat itu smart phone saya mode silent. Kemudian setelah acara, saya cek smart phone, ternyata ada panggilan tidak terjawab. Kemudian saya telpon balik dan ternyata saya dikasih tahu bahwa KUA yang saya pimpin mendapatkan salah satu anugerah tersebut. Pemberian penghargaan akan dilaksanakan di Hotel Grand Serpong Kota Tangerang tanggal 12-14 Desember 2025. Saya juga dimintai foto KUA dan video KUA. Kemudian saya kirim dari koleksi foto dan video yang ada di drive. Sambil menunggu pengumuman resmi dari tim penilai Kementerian Agama Pusat maka saya mempersiapkan apa saja yang harus saya bawa ketika pemberian penghargaan nanti. Pihak Kanwil Kemenag Jawa Tengah sudah memberikan tawaran untuk memilih jenis angkutan yang akan saya gunakan menuju ke lokasi hotel dan sekaligus pulangnya. Awalnya saya memilih jenis pesawat udara atau kereta api akan tetapi karena rumah saya agak jauh dari bandara dan stasiun yang nanti akan membuat ribet soal parkir mobil maka saya memilih angkutan bus menuju ke lokasi acara. Perjalanan menuju lokasi acara dengan memakai bus membutuhkan waktu sekitar 13 jam. Setelah saya cek di agen perjalanan jam keberangkatan adanya pagi dan sore hari. Saya lihat run down acara tanggal 12 Desember 2025 dimulai pukul 14.00 WIB. Pukul 14.00 WIB semua peserta harus cek in. Pembukaan acara pukul 19.30 WIB. Saya tidak mau berspekulasi karena perjalanan dari rumah ke lokasi hotel via jalur darat potensi macetnya luar biasa. Jalur Pati-Semarang potensi macet di Demak bisa berjam-jam. Maka saya putuskan untuk berangkat Kamis sore dan nyampek Tangerang sekitar pukul 4 pagi hari. Jadwal keberangkatan pukul 16.00 WIB kemudian saya bersiap sebelum pukul tersebut, ternyata keberangkatan bus terlambat. Sampai pukul 16.30 WIB, bus baru berangkat. Benar saja dalam perjalanan agak macet katika menjemput penumpang di wilayah Semarang kota. Jalanan penuh dengan kendaraan. Setelah dari Semarang, bus langsung lewat jalan tol trans Jawa itu. Sampai Tangerang sekitar pukul 06 pagi. Terlambat 2 jam dari jadwal kedatangan.
Sampai di Tangerang saya dijemput oleh saudara saya yang sudah menetap dan bekerja di Tangerang. Rumahnya di ibu kota Kabupaten Tangerang yaitu Tigaraksa. Perumahan itu dibeli sejak 2003, jauh sebelum ada pemekaran kabupaten Tangerang. 2003, perumahan ini tidak ada yang minat dan bahkan tidak laku dijual. Waktu itu, orang tua membelikan adik saya perumahan ini. Lokasinya memang jauh dari pabrik adik saya bekerja. Orang tua berpikiran jauh ke depan. Kalau misal bekerja di pabrik dan sudah punya rumah maka gajinya bisa ditabung. Waktu itu masih kredit. Orang tua hanya memberi DPnya saja. Kemudian angsuran tiap bulan dilakukan oleh adik saya. Dulu hanya ada 1 rumah di perumahan ini yaitu rumah adik saya. Jauh dari keramaian bahkan sangat sunyi sekali. Tidak ada tetangga, tidak ada kendaraan lalu lalang. Kayak di tengah kuburan. Sepi, sunyi sekali. Kondisi sekarang berbalik arah. Kawasan perumahan itu menjadi jantung kota Kabupaten Tangerang dan sangat ramai sekali. Bahkan mencari perumahan di daerah tersebut sangatlah sulit. Kalaupun ada, harganya melangit. Adik saya pun bilang kecewa dulu tidak beli di pinggir jalan. Betul rumah adik saya masuk perumahan dan tidak dipinggir jalan. Sekarang perumahan di pinggir jalan seukuran dengan rumah adik saya, harganya bisa mencapai 1 M bahkan lebih.
Setelah Jum'atan saya diantar ke lokasi acara oleh adik. Saya berdua di kamar bersama utusan dari NTT. Setelah isya', acara dimulai. Sambil menunggu kehadiran Menteri Agama diisi dengan lagu-lagu religi alias sholawatan. Begitu Menteri Agama datang, acara langsung dimulai. Pembukaan adalah acara pertama kemudian dilanjut dengan bacaan kalam Ilahi dan sari tilawah. Kemudian dilanjut sambutan ketua panitia penyelenggara dalam hal ini direktur jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad. Kemudian dilanjut pengumuman anugerah layanan KUA 2025. Dalam pengumuman tersebut ternyata KUA Dukuhseti -KUA yang saya pimpin- mendapatkan anugerah untuk kategori KUA berbasis digital. Ada 4 KUA yang mendapat anugerah dalam kategori tersebut yaitu KUA Loa Janan Kukar Kalimantan Timur, KUA Sampaga Kab. Mamuju Sulawesi Barat, KUA Pulau Gorom Kab. Seram Maluku dan KUA Dukuhseti Kab. Pati Jawa Tengah. Semua KUA dipanggil dipersilahkan maju untuk menerima hadiah. Ada 1 KUA yang tidak hadir yaitu KUA Sampaga Kab. Mamuju Sulawesi Barat. Abu Rohmad sebagai Direktur Jenderal Bimas Islam memberikan hadiah anugerah tersebut kepada para pemenang. Setelah pengumuman anugerah layanan KUA 2025 selesai dilaksanakan langsung dilanjut dengan sambutan sekaligus arahan menteri agama. Untuk arahan dan sambutan Menteri Agama akan saya tulis kemudian hari.
Setelah Menteri Agama melakukan sambutan dan arahan didaulat untuk foto bersama peserta dan penerima hadiah. Setelah acara tersebut, Menteri Agama melayani tanya jawab dengan wartawan di depan ruang acara. Setelah Menteri Agama meninggalkan lokasi acara kemudian acara dilanjut dengan penutupan dan foto-foto. Ada both foto yang disediakan oleh panitia di depan ruang acara. Ini adalah pertama kali KUA Dukuhseti memperoleh penghargaan. Belum ada dalam sejarah KUA di Kabupaten Pati mendapatkan penghargaan taraf nasional kecuali KUA Dukuhseti. Penghargaan ini merupakan sebuah keistimewaan dan hasil kerja keras seluruh ASN KUA Dukuhseti dalam melayani masyarakat Dukuhseti dengan berbasis digital. Semua arsip KUA disimpan dalam bentuk digital. Inilah kelebihan KUA Dukuhseti. Arsip akta nikah mulai tahun 1932 -sejak berdirinya KUA Dukuhseti- sudah terdigitalisasi secara sempurna. Semoga anugerah ini memang benar-benar menjadi anugerah bagi ASN KUA Dukuhseti, Kementerian Agama Kabupaten Pati, Kanwil Kemenang Prov. Jawa Tengah dan masyarakat Dukuhseti.
Selamat untuk KUA Dukuhseti
Anda layak mendapatkan anugerah layanan KUA berbasis Digital.