Penangkapan Maduro
Tanggal 03 Januari 2026 adalah tanggal apes bagi presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sang Presiden ditangkap oleh pasukan khusus AS, Delta Force dan dibawa ke Amerika untuk diadili. Tentunya penangkapan super cepat ini memantik reaksi internasional terhadap Amerika Serikat. Sebelum penangkapan presiden karibnya Putin ini, Amerika sudah menginvasi Venezuela melalui laut dengan dalih memberantas kartel narkoba yang disinyalir dilakukan oleh kartel dari Venezuela dimana salah satu gembongnya adalah presiden Venezuela sendiri, Nicolas Maduro.
Menurut laporan Amerika, Nicolas Maduro merupakan salah satu bos kartel narkoba yang bernama Santo Carlo. Donald Trump saat ini sedang gencar-gencarnya memerangi narkoba untuk menyelamatkan generasi muda Amerika yang mayoritas pecandu narkoba. Salah satu usaha Trump adalah memberantas kartel narkoba yang menyuplai narkoba ke Amerika. Salah satu kartel narkoba yang menyelundupkan narkoba ke Amerika berasal dari Venezuela. Entah benar atau tidak fakta tersebut akan tetapi Trump sangat getol menyerang Venezuela. Sebenarnya negara yang terkenal dengan narkobanya adalah Kolombia dan Mexico. 2 negara Amerika latin ini menjadi pusat narkoba dunia. Venezuela tidak termasuk dari salah satu negara yang banyak kartel narkobanya. Masih ingatkah ketika gelaran piala dunia tahun 1994 dimana Kolombia melawan Amerika dan berakhir kemenangan Amerika karena gol bunuh Andres Escobar? Andres Escobar akhirnya dibunuh oleh kartel narkoba Kolombia.
Kembali ke Venezuela. Penyerangan Amerika terhadap Venezuela sudah dimulai seminggu sebelumnya yaitu ketika Donald Trump memerintahkan untuk mengepung Venezuela dari jalur laut. Dalam pengepungan tersebut ternyata pasukan Amerika tidak hanya menangkap kapal yang menyelundupkan narkoba akan tetapi juga menangkap kapal tanker milik Venezuela yang memuat minyak. Beberapa kali presiden Venezuela, Nicola Maduro sudah berunding dengan Donald Trump akan tetapi Trump tetap bersikukuh menangkap Nicolas Maduro. Perlu diketahui bahwa Nicolas Maduro baru saja terpilih kembali dalam pemilihan presiden Venezuela 2024 dengan kemenangan 51 % melawan Edmundo Gonzales Urrutia. Kabarnya Nicolas Maduro tidak disenangi Amerika karena Nicolas Maduro tidak mau tunduk terhadap keinginan Amerika. Perlu diketahui bahwa Venezuela mempunyai cadangan minyak terbesar di dunia dengan 303,22 miliar barel. Kekayaan minyak inilah yang membuat Amerika berusaha sekuat tenaga untuk menundukkan dan menguasai Venezuela. Tidak hanya kaya minyak, Venezuela juga kaya akan tambang rare earth, sumber daya alam lainnya. Venezuela memang negara miskin akan tetapi mempunyai kekayaan alam yang banyak sekali. Kekayaan alam ini belum dieksplorasi secara penuh. Inilah yang membuat Amerika tergiur untuk menguasai Venezuela.
Penangkapan Nicolas Maduro pada tanggal 3 Januari 2026 kemarin sangat menggemparkan dunia karena begitu mudahnya seorang presiden ditangkap oleh pasukan negara asing. Pertanyaannya:
Mengapa presiden Venezuela begitu mudah ditangkap oleh pasukan khusus Amerika?
Kemana pasukan pengamanan presiden Venezuela?
Kemana Angkatan bersenjata Venezuela?
Mengapa rakyat Venezuela tidak bergerak ketika ada pengerahan pasukan Amerika ke wilayah teritori Venezuela?
Untuk menjawab pertanyaan ini tidaklah mudah. Pertanyaannya mudah akan tetapi jawabannya sangat kompleks. Tidak semua ahli strategi bisa menjawab ini apalagi orang awam seperti saya yang referensinya hanya buku dan informasi dari media sosial yang kebenarannya masih dipertanyakan. Mungkin dengan mengumpulkan puzzle yang berserakan bisa terjawab mengapa presiden Venezuela ini mudah ditangkap.
Beberapa puzzle itu:
Pasca pengiriman pasukan Amerika ke teritorial Venezuela, Donald Trump menelpon Nicolas Maduro untuk menyerah. Komunikasi tingkat presiden ini tidaklah lazim karena komunikasi seperti ini sama saja mengajak perang sebuah negara. Karakter Trump adalah karakter preman yang semua keinginannya harus dipenuhi. Nicolas Maduro sebagai presiden negara berdaulat menolak untuk menyerah dan mengedepankan dialog. Pengerahan pasukan ini ditanggapi oleh Maduro dengan melakukan latihan besar-besaran angkatan bersenjata Venezuela dan menyerukan kepada rakyat Venezuela untuk melakukan mobilisasi umum.
Amerika membutuhkan dana besar untuk mendanai perang di Ukraina melawan Rusia. Kantong uang Amerika saat ini mengalami kekeringan. Anggaran Amerika tersedot untuk membiayai perang Ukraina vs Rusia. Untuk memulihkan pundi-pundi keuangannya maka Amerika membutuhkan sumber daya strategis yang bisa memgembalikan kondisi keuangan Amerika. Salah satunya adalah menguasai cadangan minyak Venezuela. Venezuela menjadi sasaran Amerika untuk dikuasai sudah sejak presiden Moonroe. Sejak Moonroe sampai saat ini, Amerika baru bisa merealisasikan keinginannya tersebut. Mengapa Venezuela menjadi target utama dan luput dari analisa pengamat? Venezuela adalah negara terbesar yang memilik cadangan minyak. Militer Venezuela tidak sekuat militer Iran. Sebenarnya usaha untuk menguasai Iran sudah dilakukan oleh Amerika melalui anak emasnya, Israil dengan menyerang Iran baik dari dalam maupun luar. Perang Iran vs Israel tahun kemarin adalah usaha Amerika untuk menguasai minyak Iran. Iran adalah negara terbesar ketiga di dunia yang memiliki cadangan minyak. Kegagalan menguasai Iran, Amerika mengarahkan pion perangnya ke Venezuela. Kebijakan perubahan arah ini tidak terdeteksi oleh negara manapun.
Venezuela adalah salah satu sekutu Rusia di Amerika Latin. Amerika menginginkan agar satu per satu sekutu Rusia ditundukkan dan dikuasai. Dengan menguasai dan menundukkan sekutu Rusia maka ini adalah ancaman terhadap Rusia agar Rusia mau berdamai dan mengalah dalam perang melawan Ukraina yang didukung oleh NATO. Walaupun Trump seakan menjadi juru damai akan tetapi peran ini hanya lip service belaka. Dengan menundukkan sekutu Rusia maka Rusia akan berpikir berkali-kali untuk melanjutkan perang dengan Ukraina. Penangkapan Nicolas Maduro adalah sinyal yang dikirimkan oleh Amerika kepada Rusia agar Rusia mau berdamai dan mengalah dalam perang Ukraina. Ibaratnya kalau Rusia tidak mau berunding dan mengalah dengan Ukraina maka nasib presidennya seperti nasib presiden Venezuela.
Perdagangan Rusia dan Venezuela sangatlah pesat. Disinyalir Rusia menjadi pemasok utama kebutuhan energi Venezuela salah satunya adalah minyak. Minyak merupakan sumber utama Rusia dalam mendanai perang melawan Ukraina yang didukung oleh NATO. Untuk memutus rantai pendanaan Rusia ini maka Amerika memblokade jalur laut menuju ke Venezuela. Rusia yang disanksi oleh negara NATO masih saja mengirimkan minyak ke Venezuela melalui kapal siluman agar terhindar dari sanksi negara NATO dan Amerika. Dengan memblokade jalur laut maka perdagangan Rusia-Venezuela terputus sehingga mesin uang Rusia akan berkurang.
Mengapa pasukan pengamanan presiden Venezuela kelihatan sangat lemah dan tidak ada perlawanan? Bisa jadi ada konspirasi di internal pasukan pengamanan presiden. Kemungkinan besar ada penghianatan dalam tubuh pasukan penjaga presiden tersebut. Amerika kemungkinan besar sudah menghubungi salah satu jendral atau tokoh besar militer di Venezuela yang anti terhadap Nicolas Maduro. Operasi seperti ini sama persis dengan operasi penangkapan Saddam Husein (Irak), Muammar Qadafi (Libya) dan Basyar al-Assad (Suriah). Untungnya Basyar al-Assad lolos dari penangkapan.
Mengapa militer Venezuela seakan tidak bergerak dan tidak mampu? Militer Venezuela tidak sekuat militer Korea Utara. Peralatan militer Venezuela masih sangat jadul. Nyaris tidak ada modernisasi alutsista di tubuh militer Venezuela. Memang ada pengiriman senjata dari Rusia ke Venezuela akan tetapi peralatan tersebut tidak semodern peralatan militer saat ini. Beda dengan pengiriman alutsista Rusia ke Indonesia ketika ada komando Trikora itu. Waktu itu Uni Sovyet mengirimkan hampir setengah alutsista canggihnya ke Indonesia. Semua alutsista canggih yang dimiliki Rusia, Indonesia punya. Berbeda dengan sekarang dimana Rusia sendiri membutuhkan alutsista untuk perang melawan Ukraina yang didukung oleh NATO.
Mengapa rakya Venezuela tidak peka dan tidak bergerak begitu ada pengerahan pasukan Amerika. Kondisi rakyat Venezuela terbelah antara yang pro Nicolas Maduro dan pro oposisi Edmundo Gonzales Urrutia. Pendukung Nicolas Maduro tidak menduga sampai ada skenario penangkapan terhadap presidennya. Sementara pendukung oposisi bergembira dengan adanya pengerahan pasukan Amerika ke Venezuela. Terbelahnya dukungan rakyat Venezuela inilah yang membuat Venezuela cepat dikuasai oleh Amerika.
Venezuela adalah salah satu negara yang setia dengan perjuangan Palestina. Venezuela merupakan salah satu negara yang menyatakan dukungannya terhadap berdirinya negara Palestina merdeka. Tidak hanya dukungan akan tetapi bantuan terhadap rakyat Palestina juga sangat besar. Karena dukungan dan bantuan kepada Palestina inilah Venezuela diserang oleh Amerika. Masih ingatkah bahwa serangan dan penangkapan Nicolas Maduro terjadi setelah pertemuan perdana menteri Israil, Benyamin Netanyahu dengan Donald Trump. Beberapa kali Trump mengatakan bahwa beberapa negara Timur Tengah mendukung Israel lewat Amerika. Amerika berterima kasih kepada Arab Saudi yang telah membantu Israil. Begitu juga Yordania dan lain sebagainya.
Kesimpulannya penangkapan Nicolas Maduro sudah didesign sejak lama oleh Amerika. Siapapun presidennya, rencana penangkapan presiden Nicolas Maduro tetap dijalankan. Opsi ini adalah opsi terakhir untuk menundukkan sebuah negara.
Apakah prilaku bar-barian Amerika ini mendapat sambutan internasional? Di dalam negeri sendiri, tingkah laku Trump dengan menangkap presiden Venezuela mendapatkan kecaman keras. Walikota New York, Mamdani mengatakan bahwa penangkapan presiden Venezuela adalah pelanggaran hukum internasional dan melanggar kedaulatan negara lain. Begitu juga salah satu jaksa dari Amerika menyuruh Trump untuk melepaskan dan mengembalikan Maduro ke negaranya karena aksi Trump ini adalah pelanggaran terhadap hukum internasional.
Penangkapan presiden Nicolas Maduro oleh Amerika berpretensi buruk terhadap hukum internasional. Begitu mudah negara besar menangkap presiden sebuah negara. Begitu mudah negara super power melanggar kedaulatan suatu negara. Jika pelanggaran seperti ini terus dilakukan bukan tidak mungkin akan terjadi perang lebih besar tidak hanya perang dunia ketiga akan tetapi perang nuklir. Bagaimana langkah PBB sebagai organisasi negara-negara dunia? PBB mati kutu. PBB tidak ada peran apapun di saat negara super power melakukan pelanggaran hukum internasional. Apakah penangkapan presiden Venezuela ini direspon cepat oleh PBB? Sampai detik ini tidak ada sepatah katapun dari organisasi negara-negara dunia itu. Kondisi seperti ini nyaris sama dengan kondisi pra perang dunia ke-1 dan perang dunia ke-2 dimana lembaga internasional tidak mampu berbicara banyak ketika negara kuat menginvasi negara lemah.
Bagaimana dengan keberlangsungan Venezuela pasca ditangkapnya Nicolas Maduro?
Mengacu pada kasus serupa di negara Timur Tengah, kondisi Venezuela akan carut marut dan diterpa perang saudara. Lihatlah Irak, Libya dan Suriah? Irak sampai saat ini masih bergejolak dan dilanda perang saudara. Kasus penangkapan presiden Venezuela nyaris sama dengan operasi penangkapan presiden Saddam Husein dan Muammar Qadafi. Pemicunya sama yaitu penaklukan sebuah negara dan penguasaan sumber daya minyak. Bedanya operasi Irak dan Libya melibatkan banyak negara sekutu Amerika -NATO- sementara operasi Caracas tidak melibatkan sekutu Amerika. Operasi Caracas tidak melibatkan sekutu Amerika karena Amerika memandang militer Venezuela sangat lemah berbeda dengan militer Irak dan Libya yang sangat kuat.
Apakah kondisi Venezuela akan seperti Irak dan Libya? kita tunggu saja. Kalau melihat operasi serupa yang dilakukan oleh Amerika maka negara tersebut akan dilanda perang saudara dan itu adalah keinginan Amerika. Jika kondisi negara chaos maka Amerika mudah untuk menguasai sumber daya alamnya.
Bagaimana dengan respon negara-negara di dunia? Macron sebagai presiden Prancis dalam platform X mengatakan bahwa dia sangat senang dengan ditangkapnya presiden Nicolas Maduro. Wajar saja Macron senang karena memang Macron adalah sekutu Amerika. Beberapa rakyat negara Eropa mengutuk aksi ilegal Trump itu dan membakar bendera Amerika seperti terjadi di Paris. Pernyataan keras jelas datang dari rival bebuyutan Amerika yaitu Rusia, Korea Utara dan Tiongkok. Ketiga negara tersebut mengultimatum Trump untuk membebaskan Nicolas Maduro. Kita menunggu langkah PBB apakah akan ada sidang Dewan Keamanan PBB darurat? Atau aksi bar-barian Trump ini dibiarkan begitu saja. Bagaimana dengan sikap Indonesia? Sampai saat ini tidak ada pernyataan apapun dari pemerintah kita ini.
Semoga rakyat Venezuela sadar dan tidak terjadi perang saudara. Semoga rakyat Venezuela mewarisi darah Hugo Chaves dalam menentang imperialisme dan kolonialisme di dunia ini. Amerika tidak mudah untuk menguasai Venezuela. Ingat perjuangan gerilya Venezuela akan menyerupai perjuangan gerilya C Ghuevara yang pantang tunduk terhadap imperialisme dan kolonialisme Amerika.