Perang Darat
Perang Regional Teluk memasuki hari ke-enam dan belum ada tanda-tanda mereda. Saling serang antara Amerika-Israil dan Iran terus berlanjut. Kabar terakhir Iran merudal Kementerian Pertahanan Israil yang berakibat tewasnya beberapa perwira penting Israil. Netanyahu, perdana menteri Israil tidak diketahui keberadaannya setelah kantornya dirudal oleh Iran yang membuat sekretaris pribadinya tewas. Memang Amerika dan Israil selalu menutupi kejadian yang menimpa mereka. Kedua negera tersebut tidak pernah terbuka dan mengakui apa yang terjadi terhadap mereka. Sama seperti perang Ukraina dimana pihak Barat tidak mengakui kejadian sebenarnya dan selalu menutupi apa yang terjadi di negara mereka. Ini merupakan bagian dari psikologi perang.
Donalt Trump kemarin melontarkan bahwa akan mengerahkan angkatan darat untuk menyerang Iran. Perintah presiden gila perang itu ternyata dilaksanakan. Sekitar 150 pasukan darat Amerika diterjunkan di wilayah Irak yaitu Karbala dan bukit Nukhaib. Tujuan pendaratan pasukan AS dan Israil di wilayah Irak ini adalah untuk mendukung proksi mereka yaitu ISIS untuk melawan Irak dan Kurdistan untuk menyerang Iran dari dalam. Akan tetapi usaha ini diketahui oleh pasukan angkatan bersenjata Irak sehingga terjadi saling tembak antara pasukan angkatan bersenjata Irak dan Amerika-Israil. Akibatnya pasukan Amerika-Israil mundur karena kalah jumlah. Sebelumnya Donald Trump telah menghubungi pimpinan Kurdistan yang ada di Iran untuk menyerang Iran dari darat. Kurdistan ini adalah kelompok yang memberontak terhadap pemerintah Iran. Wilayahnya ada di provinsi Sulaimaniyyah Irak yang berbatasan dengan wilayah Iran. Pimpinan Kurdistan memang dihubungi oleh Donald Trump dan minta dukungan CIA untuk melawan Iran.
Perang kali ini tidak hanya perang udara akan tetapi melebar menjadi perang darat. Amerika-Israil tidak mampu menundukkan Iran melalui perang udara. Semua pangkalan dan peralatan tempur Amerika-Israil di wilayah Timur Tengah dirudal oleh Iran yang mengakibatkan kemampuan udara Amerika-Israil turun tajam. Peralatan militer canggih Amerika-Israil yang menjadi mata-telinga kekuatan udaranya menjadi buta karena rusak dihantam rudal Iran. Praktis Amerika-Israil mengandalkan serangan jarak jauh dari pesawat pembom siluman sekelas B-52. Serangan jarak jauh ini sangat tidak efisien karena harus mengisi logistik dari pangkalan Diego Garcia dan baru melakukan serangan ke Iran. Mengapa harus mengisi logitik di pangkalan Diego Garcia? Karena tidak ada pangkalan Amerika di sekitar Teluk dan negara-negara Eropa yang mau disinggahi pesawat Amerika untuk menyerang Iran. Perjalanan dari Diego Garcia ke Iran membutuhkan waktu kurang lebih 7 jam yang mengakibatkan pengeluaran perang semakin membengkak dan membebani ekonomi Amerika.
Superioritas udara Amerika-Israil runtuh total di Timur Tengah gegara dirudal Iran. Praktis Amerika-Israil hanya mengandalkan serangan jarak jauh yang sangat tidak efektif. Sementara Iran terus menyerang Israil dan pangkalan militer Amerika di negara Teluk tanpa adanya payung pertahanan. Akibatnya pangkalan Amerika-Israil dengan mudah dirudal oleh Iran. Begitu juga negara Israil sangat mudah dibobol oleh rudal Iran.
Kabar terakhir pasukan Amerika yang tewas mencapai ribuan dan Amerika menutupi kejadian ini. Bayangkan satu pangkalan Amerika di negara Teluk menampung ribuan pasukan dan pangkalannya hancur. Jelas korbannya sangat banyak sekali. Padahal pangkalannya tidak hanya satu. Konfirmasi jumlah pasukan Amerika yang tewas mencapai ribuan berdasarkan pesawat evakuasi medis Amerika bolak balik mengangkut pasukan yang tewas dari pangkalan Teluk ke Jerman.
Perang ini semakin meluas tidak hanya di udara. Superioritas udara Amerika-Israil jelas kalah melawan Iran. Ada 2 jalan lagi untuk menyerang Iran yaitu leweat darat dan laut. Penyerangan lewat darat sangat riskan bagi Amerika-Israil karena perlawanan IRGC dan warga Iran akan sangat mematikan. Walaupun Amerika dan proksinya mengerahkan ribuan bahkan puluhan ribu pasukan tidak akan berhasil menyerang Iran. Paling banter hanya menimbulkan gejolak sedikit dibeberapa wilyah dan tidak sampai menguasai wilayah tersebut. Serangan via darat adalah perjudian tinggi Amerika-Israil. Jika yang menyerang adalah proksinya maka kasihan proksinya. Jelas Iran akan menghabisi semua pasukan proksi Amerika-Israil tanpa pandang bulu. Rudal dan drone Iran akan meluluhlantakkan basis proksi Amerika-Israil.
Serangan lewat laut belum dilakukan oleh Amerika-Israil karena armada laut Amerika takut kena rudal Iran. Kapal perusak jenis Arleigh Burke Amerika yang canggih itu telah dinonaktifkan karena kena rudal Iran. Begitu juga kapal induk Abraham Lincoln yang sangat canggih itu harus lari terbirit-birit karena dirudal Iran. Iran mengatakan bahwa telah merudal kapal induk Amerika dengan 4 rudal balistik dan membuat kapal induk tersebut menjauh dari jangkauan rudal Iran. Kabar terakhir kapal induk Abraham Lincoln sandar di pelabuhan India dan menurut citra satelit memang benar kapal induk tersebut terbakar dan terkena rudal Iran.
India mempersilahkan kapal induk Amerika untuk sandar di pelabuhannya. India mungkin akan menjadi target Iran selanjutnya karena mempersilahkan kapal induk Amerika bersandar di pelabuhannya. Selain itu India memberikan informasi terkait penembakan kapal laut Iran di semenanjung India. India memberikan koordinat kapal laut Iran yang selepas mengikuti latihan laut bersama beberapa negara yang diadakan oleh India kepada Amerika. Amerika kemudian menembak kapal laut tersebut dan mengakibatkan gugurnya 100 pasukan Iran dan 80 pasukan diselamatkan oleh angkatan laut Srilanka. Pasca penembakan kapal laut Iran tersebut, Iran mengumumkan semua kapal India sebagai target sah rudal Iran. Kapal tanker India yang ada di selat Hormuz menjadi target sah rudal Iran.
Perhitungan di atas kertas, perang ini jelas sangat merusak. Teknologi tinggi dan superioritas Amerika-Israil runtuh total di hadapan Iran. Israil luluh lantak. Pertahanan Irom Dome Israil yang disanjung-sanjung dan dibanggakan paling canggih di dunia ternyata melempem dirudal Iran. Akibatnya rudal Iran dengan mudah menembus jantung pertahanan Israil. Israil luluh lantak seperti Gaza. Iran jelas menang di awal pertempuran ini karena kekuatan udara Amerika-Israil tidak mampu melawan rudal Iran. Akan tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan Iran sebagai pemenang karena Amerika masih menyerang Iran lewat darat. Perang darat ini sangat tidak menguntungkan bagi Amerika-Israil dan proksinya. Angkatan darat Iran sangat teruji dalam perang darat. Apakah Amerika tidak melihat perang Irak-Iran yang memakan waktu 8 tahun itu? Jelas pasukan Iran sangat paham dengan wilayahnya sementara Amerika buta dengan wilayah Iran walaupun Amerika mempunya satelit canggih.
Kita akan lihat bagaimana jalannya perang darat nanti. Apakah memang benar Amerika-Israil akan memanfaatkan proksinya dalam hal ini ISIS dan Kurdistan untuk menyerang Iran dari darat? Sangat bodoh sekali jika Kurdistan menyerang Iran melalui darat. Kekuatan Kurdistan tidak sebanding dengan pasukan Iran. Apalagi kemampuan perang Kurdistan jauh dari kata baik. Persenjataannya jauh dari kata canggih kecuali disuplai oleh Amerika-Israil. Suplai senjata pun akan sangat terbatas karena terbatasnya cadangan senjata Amerika. Jalannya pertempuran darat jelas tidak berimbang. Semoga Kurdistan berpikir ulang untuk menyerang Iran dari darat. Konsekuensinya jika Kurdistan menyerang Iran dari darat, Kurdistan bisa lenyap dari muka bumi. Saat ini tidak ada hukum internasional, adanya hukum rimba.