Demonstrasi Iran
Demonstrasi anti pemerintah di Iran pecah sejak Desember 2025. Puncaknya di awal Januari demonstrasi anti pemerintah meluas ke sejumlah kota di seluruh negara Mullah itu. Mereka meneriakkan yel-yel anti pemerintah dan penggulingan terhadap pemerintah yang sah, Ayatullah Rohullah Khamenei. Pada demonstrasi tersebut sekitar 500 peserta aksi menjadi korban dan 48 aparat keamanan meninggal dunia dalam pengamanan demonstrasi itu. Mayoritas peserta aksi kali ini adalah turunan India. Penangkapan besar-besaran dilakukan oleh polisi Iran terhadap warga keturunan India. Warga keturunan India lah yang melempar bom molotov terhadap beberapa masjid di Iran.
Pimpinan tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei menuduh AS dan Israil ada dibelakang demonstrasi besar-besaran ini. Mengapa Khamenei menuduh AS dan Israil ada dibelakang demonstrasi ini? Jelas AS dan Israil ingin menggulingkan Khemenei dan menguasai Iran. Usaha 2 negara tersebut tidak pernah berhasil. Berbagai macam cara digunakan untuk menguasai Iran. Usaha yang paling brutal adalah menyerang Iran dengan senjata yang dikenal dengan perang 12 hari tahun kemarin. Dalam pertempuran 12 hari itu, Iran menghujani Israil dengan rudal balistik dan drone. Israil akhirnya bertekuk lutut dengan meminta bantuan AS. Kemudian AS menyerang fasilitas nuklir Iran di Fordow akan tetapi tidak terjadi kerusakan yang berarti.
Sekarang, AS terang-terangan mau menyerang Iran dengan tindakan militer bahkan pasukan Amerika sudah disiagakan di beberapa pangkalan militer AS di Timur Tengah. Demonstrasi anti pemerintah di Iran bisa jadi dibekingi bahkan dibuat oleh AS dan Israil. Taktik serupa sering digunakan untuk menjatuhkan pemerintah yang sah di beberapa negara lain seperti di Indonesia.
Dalam demonstrasi anti pemerintah kemarin ternyata Iran sudah siap segalanya. Iran mematikan semua koneksi internet yang digunakan oleh demonstran agar tidak bisa terhubung dengan siapapun bahkan terhubung dengan aktor dari luar Iran. Pemutusan internet inilah letak kemenangan Iran. Sebelumnya para demonstrans yang dibekingi oleh AS dan Israil ini menggunakan fasilitas internet Starlink milik Elon Musk. Internet Starlink mempunyai kelebihan dibandingkan internet lain. Starlink menggunakan satelit LEO (Low Earth Orbit) yaitu satelit orbit rendah yang memiliki kemampuan tidak bisa dijammer dan memiliki kecepatan tinggi. Teknologi satelit orbit rendah inilah yang membuat starlink memiliki keunggulan dibanding satelit lainnya.
Dalam demonstrasi kemarin, starlink yang digunakan oleh mayoritas demonstran mati total. Starlink blank dan tidak bisa digunakan. Ternyata Iran merusak sinyal starlink dengan jammer buatan Rusia dan Tiongkok. Sebelumnya Rusia mengirimkan peralatan tempur ke Iran untuk melawan Amerika dan Israil. Komunikasi yang menjadi inti dalam demontrasi tersebut putus total sehingga tidak diketahui berita dan kabar apapun dari Iran. Perusak sinyal ini dikerahkan oleh Iran untuk memutus hubungan demonstran dengan dunia luar sehingga berita demonstrasi itu tidak diketahui oleh siapapun bahkan warga Iran yang beda wilayah.
Dengan memutus koneksi internet maka pemerintah Iran bisa mengatasi aksi demonstrasi anti pemerintah itu. Mengapa Iran bisa merusak sinyal starlink yang katanya tidak bisa dirusak sinyalnya? Perusakan sinyal starlink ini tidak bisa lepas dari teknologi Rusia. Dalam perang Ukraina, Rusia telah mempelajari cara kerja sinyal starlink yang digunakan oleh militer Ukraina dan NATO. Rusia menemukan anti dot sinyal starlink dan menggunakan dalam perang Ukraina. Ternyata penemuan Rusia ini mampu melawan starlink. Starlink yang digunakan oleh militer Ukraina dan NATO dalam palagan Ukraina tidak berguna sama sekali karena dirusak oleh teknologi anti jamming Rusia. Teknologi inilah yang diberikan oleh Rusia kepada Iran kemarin. Banyak media sosial yang secara besar-besaran mengulas keberhasilan Iran merusak sinyal starlink dan starlink tidak berfungsi di Iran. Bahkan ahli internet dunia pun mengakui bahwa Iran mampu membutakan sinyal starlink yang dikenal tangguh itu.
Perang abad ini tergantung pada tekonologi informasi. Negara manapun yang menguasai teknologi informasi akan memenangkan perang abad ini. Amerika yang bangga dengan keunggulan starlinknya akhirnya berpikir seribu kali jika akan menginvasi Iran. Keunggulan teknologi informasi mereka sudah ada anti dotnya. Tanpa komunikasi informasi maka semua peralatan militer akan buta dan tidak akurat.
Apakah Amerika dan Israil akan benar-benar menyerang Iran di bulan Januari 2026 ini? Melihat kemampuan Iran yang bisa membutakan starlink, Amerika dan Israil akan berpikir seribu kali menyerang Iran. Kemampuan Delta Force yang diglorifikasi dalam penangkapan Nicolas Maduro tidak akan bisa masuk Iran karena semua persenjataan Amerika dan Israil tergantung pada komunikasi. Selama ini komunikasi yang menjadi andalan Amerika adalah starlink. Starlink sekarang bisa dibutakan oleh Iran. Jika Amerika memaksa menyerang Iran dan pasukannya memasuki Iran bisa bunuh diri konyol. Toh, keberhasilan Delta Force di Venezuela bukan karena kemampuannya akan tetapi karena pengkhianatan yang dilakukan oleh militer Venezuela.
Walhasil, melihat kemampuan Iran dalam membutakan starlink sebagai urat nadi perang abad ini, penyerangan Amerika dan Israil terhadap Iran di awal 2026 ini sangat mungkin diundur sambil mencari celah kelemahan Iran.