Pak Naib Kudanan
Judul diatas saya ambil dari akun tiktok kawan saya yang mengupload kegiatan pelayanan nikah yang saya lakukan pada hari Sabtu, 17 Januari 2026. Lebih jelasnya silahkan melihat video tersebut di tiktok dengan link https://vt.tiktok.com/ZSaegM7Ha/. Awalnya saya membuat status di aplikasi hijau ketika melakukan pelayanan nikah di tengah hujan, banjir dan petir yang menyambar dimana-mana. Kemudian kawan tersebut melihat status saya dan minta dikirimi videonya. Video itupun saya kirim dan beberapa menit kemudian saya dikirimi link tiktok tersebut. Pak Naib Kudanan maksudnya adalah pak Naib Kehujanan.
Video pelayanan itu memang saya buat untuk mengabadikan pelayanan yang saya lakukan di tengah banjir besar, hujan deras dan suara petir yang menggelegar. Video itu memang sengaja saya buat untuk diketahui kepada masyarakat bahwa tugas pelayanan kepada masyarakat itu sangat berat dan tidak mengenal medan dan kondisi apapun. Pelayan masyarakat harus berjuang keras demi melayani masyarakat agar masyarakat puas dan pelayanan berdampak.
Bagi petugas pencatat nikah saat kondisi cuaca tidak bersahabat memang sangat berat. Anda bisa bayangkan cuaca hujan terus menerus tiada henti sementara kondisi lapangan banjir dan jalanan tidak bisa dilalui roda empat. Sementara masyarakat menghendaki peristiwa nikah tetap terlaksana. Petugas tidak bisa mengundur jadwal pelayanan karena menurut tradisi Jawa waktu peristiwa nikah sudah ditentukan dan dicarikan hari baik. Apapun yang terjadi pada saat itu, peristiwa nikah harus tetap terlaksana.
Kondisi seperti diatas terjadi pada saya yang harus melaksanakan tugas di 3 hari libur kemarin. 16 Januari merupakan tanggal merah memperingati hari Isra' mi'raj Nabi Muhammad SAW. Tanggal 17 dan 18 adalah hari Sabtu-Ahad merupakan hari libur ASN. Tanggal merah dan hari libur bagi ASN adalah hari yang sangat spesial bagi keluarga. Hari libur seharusnya digunakan untuk kumpul keluarga dan untuk istirahat setelah 5 hari bekerja mulai pagi sampai sore. Pemerintah memang sudah bijaksana memberikan hari libur dalam seminggu 2 hari untuk memberikan kesempatan kepada ASN bercengkerama dan berkumpul keluarga. Akan tetapi perihal tersebut tidak berlaku bagi petugas pencatat nikah alias pak naib. Pak Naib harus tetap memberikan layanan walaupun di hari libur jika masyarakat meminta. Layanan tiada henti dan tidak mengenal waktu ini memang spesial bagi petugas pencatat nikah. Jika menolak permintaan masyarakat, bisa diadukan kepada atasan. Kalau terjadi seperti itu maka mencoreng reputasi kementerian ini.
Sudah hampir 8 hari wilayah dimana saya ditugaskan diguyur hujan tiada henti sedikitpun bahkan hujannya deras sampai deras sekali. Banjir pun sudah 2 tahap. Orang mengira banjir sudah mulai surut karena hujan sudah agak reda karena adanya modifikasi cuaca dari pemerintah. Akan tetapi usaha pemerintah dengan modifikasi cuaca kelihatannya belum berhasil karena hari Jum'at kemarin hujan pun tiada henti mulai malam hari. Puncaknya adalah hari Sabtu dimana hujan sangat deras sekali. Saat hari Sabtu itulah full pelayanan pengawasan pencatatan nikah. Pelayanan mulai pagi sampai siang hari. Pagi hari hujan sudah turun akan tetapi intensitasnya ringan. Sekitar pukul 9 hujan turun sangat deras. Pelayanan pengawasan nikah harus tetap jalan. Saat itu masih ada sekitar 3 pelayanan nikah yang jaraknya lumayan jauh sementara kondisi banjir. Banjir mengenang dimana-mana. Dari 12 desa di wilayah Dukuhseti hampir semuanya terdampak banjir.
Saya pun tetap melaksanakan pengawasan peristiwan nikah. Ditengah hujan deras yang tiada henti dan diselingi suara gluduk menggelegar perjalanan menuju lokasi berikutnya tetap jalan. Dalam perjalanan menuju lokasi berikutnya tersebut jalanan sepi sekali karena tidak ada motor atau mobil yang lewat karena hujan sangat deras. Alhamdulillah tugas hari Sabtu itu bisa terselesaikan dengan baik walaupun harus berjuang keras melewati banjir dan ditengah hujan deras.
Hari Ahad, 18 Januari 2026, jadwal peristiwa nikah masih ada. Kondisi cuacapun tidak bersahabat. Hujan tiada henti sejak malam hari dan intensitasnya sangat deras. Saya menduga banjir pasti naik. Pagi hari saya melihat status beberapa orang yang ada di wilayah dimana saya ditugaskan. Benar ternyata banjir naik signifikan. Akses jalan yang semula bisa dilalui praktis tidak bisa dilalui. Jalan poros Tayu-Puncel lumpuh total. Jalan desa pun banyak yang tergenang banjir.
Saya sudah mempersiapkan segalanya karena hari sebelumnya memang sudah banjir dan hujan deras. Pelayanan itupun mulai pukul 07.30. Semua berkas saya masukkan dalam kantong plastik kemudian saya masukkan tas. Khawatir dalam perjalanan kena air. Perjalanan menuju lokasi layanan sudah diiringi hujan dengan intensitas sedang. Saya tidak memakai sepatu pantofel seperti biasanya. Saya memakai sepatu boot yang digunakan oleh para mantri hewan itu, yang panjangnya sampai lutut. Saya pakai kaos kaki sepak bola. Dengan berbekal pakai sepatu dan kaos kaki seperti itu biar tidak kena air. Perjalanan menuju lokasi pertama harus melewati jalan yang tidak biasanya karena jalan biasanya lumpuh tidak bisa dilalui. Benar saja banjir semakin naik. Untuk sampai ke lokasi pertama harus berjuang melewati genangan banjir. Alhamdulillah peristiwa pertama bisa dilalui dengan lancar walaupun harus berjuang keras mencari jalan yang tidak tergenang banjir.
Dalam perjalanan menuju lokasi kedua banyak masyarakat yang mengungsi. Mereka membawa hewan ternak dan beberapa barang ke tempat aman. Jalan yang semula untuk menuju lokasi kedua aman dari banjir, saat ini sudah digenangi banjir dan tidak bisa dilalui. Akhirnya mencari jalan alternatif memutar. Walaupun melalui genangan banjir akan tetapi selamat sampai lokasi kedua tepat waktu. Permasalahan muncul ketika calon pengantin belum datang. Kabarnya rombongan calon pengantin terjebak banjir dan tidak bisa lewat. Setelah menunggu 1 jam, calon pengantin baru datang. Setelah selesai pelaksanaan nikah di lokasi kedua, saya menuju ke lokasi selanjutnya.
Ketika menuju lokasi terakhir inilah banjir semakin tinggi. Semua akses jalan tergenang banjir bahkan beberapa ruas jalan arus air sangat deras sekali. Kondisi air yang meninggi ini membuat jalur Tayu-Puncel lumpuh total. Untuk menuju lokasi yang terakhir ini saya harus berjibaku menerjang derasnya arus banjir. Sebelumnya belum ada banjir separah ini. Banjir kali ini adalah terparah 10 tahun terakhir. Sepeda motor yang saya pakai mogok ketika melewati genangan banjir. Akhirnya sepeda motor itu saya tinggal di tepi jalan demi menngejar waktu sampai lokasi terakhir. Perjalanan menuju lokasi terakhir diiringi hujan dengan intensitas sedang. Untungnya ada mbah modin yang mengantar sampai ke lokasi terakhir. Sampai lokasi ternyata calon pengantin belum datang karena terjebak banjir.
Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, calon pengantin datang dan acara pelaksanaan nikah dilangsungkan. Setelah selesai saya pun pulang. Dalam pikiran saya, bisa pulang atau tidak karena semua akses jalan tergenang banjir. Sepeda motor yang saya tinggal di pinggir jalan masih di tempatnya dan saya perbaiki sebentar akhirnya bisa jalan lagi. Dalam perjalanan pulang, jalanan yang sebelumnya aman dari genangan banjir ternyata sudah tergenang banjir dan tidak bisa dilalui. Akhirnya harus mencari jalan memutar agar bisa pulang. Setelah berjuang melewati banjir akhirnya sampai di rumah.
Inilah pengalaman seumur hidup saya melaksanakan layanan pencatatan nikah di tengah banjir besar dan hujan deras. Semoga semua petugas pencatat nikah selalu sehat dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat. Semoga banjir segera surut, hujan segera reda dan normal kembali.