Tiga Kancil Indonesia
Ada tiga kancil di Indonesia menurut Presiden Prabowo Subianto. Tentunya kancil yang dimaksud oleh Presiden Prabowo Subianto bukan hewan kancil beneran. Tentunya kancil yang disebut oleh Presiden Prabowo Subianto adalah kancil yang berkaitan dengan perpolitikan Indonesia.
Orang Indonesia sudah sangat paham dengan hewan yang bernama kancil. Banyak cerita rakyat yang berkaitan dengan kancil. Cerita rakyat yang berkaitan dengan kancil menggambarkan bahwa hewan yang bernama kancil ini adalah hewan yang cerdik, licik dan mampu mengatasi masalah.
Tiga kancil Indonesia disebut oleh Prabowo Subianto dalam sambutannya memperingati hari lahir (harlah) Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta Convention Center (JCC), 23 Juli 2026 kemarin. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto memuji ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar dengan sebutan Kancil.
Harlah PKB yang mengambil tema Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi tersebut diwarnai dengan penyebutan istilah Prabowonomic oleh Muhaimin Iskandar. Tidak hanya itu seluruh fungsionaris dan simpatisan PKB yang hadir di Jakarta Convention Center mengenakan kaos yang bertuliskan Prabowonomic.
Prabowonomic sendiri artinya adalah ekonomi ala Prabowo. Ekonomi ala Prabowo yang dimaksudkan kemungkinan adalah ekonomi Pancasila yang berdasarkan UUD 1945 pasal 33. Pasal 33 UUD 1945 berbunyi bahwa bumi, air dan udara adalah milik negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Pasal 33 UUD 1945 inilah yang sekarang gencar dilaksanakan oleh Prabowo Subianto.
Kembali ke kancil (politik) Indonesia. Pada menit ke-22, Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa Prabowonomic adalah akal-akalan Muhaimin Iskandar sambil bergurau. Kemudian selanjutnya Prabowo Subianto melanjutkan ada 2 kancil di Indonesia; yaitu Sufmi Ahmad Dasco, pelaksana harian partai Gerindra sekaligus wakil ketua DPR. Memang kiprah Dasco dalam perpolitikan Indonesia ini sangat cerdik dan lincah. Dialah yang mengarsiteki semua kebuntuan komunikasi politik pemerintah dan juga Parta Gerindra sehingga komunikasi menjadi lancar. Sufmi Dasco juga mampu meredam gejolak demonstrasi mahasiswa yang sangat massif pada pertengahan tahun ini. Tidak hanya itu keberhasilan Dasco dalam meredam PHK di berbagai pabrik juga patut diapresiasi. Inilah yang kemungkinan membuat Presiden Prabowo Subianto menjulukinya dengan kancil.
Kancil selanjutnya adalah Muhaimin Iskandar, ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa. Sepak terjang Muhaimin Iskandar di perpolitikan nasional memang luar biasa. Bahkan sepak terjangnya mampu menempatkan dia sebagai ketua umum PKB yang sampai saat ini belum ada gantinya. Mungkin posisi ketua umum PKB akan dijabat Muhaimin Iskandar selama Muhaimin mau. Pelengseran Gus Dur dari Ketum PKB menandakan Muhaimin Iskandar sangat cerdik dalam perpolitikan. Ketika PKB digoyang demontrasi sewaktu konggres di Bali, Muhaimin tetap menjadi Ketua PKB. Sepak terjang Muhaimin di perpolitikan nasional memang tidak bisa dianggap sepele. Dalam pemilihan presiden kemarin, Muhaimin bahkan menjadi cawapres Anies Baswedan dan berhadapan langsung dengan Prabowo Subianto. Setelah kalah dalam pilpres, ternyata Muhaimin Iskandar mampu mengubah haluan dukungan kepada calon yang menang dan bergabung dengan Prabowo Subianto. Kelincahan politik Muhaimin Iskandar inilah yang kemungkinan Presiden Prabowo Subianto menjulukinya dengan kancil.
Selanjutnya ada kancil ketiga sebagaimana dalam sambutan Prabowo. Kancil ketiga adalah Bahlil Lahadalia, ketua umum Golongan Karya. Bahlil adalah sosok yang tidak dikenal di internal Golkar sebelumnya. Akan tetapi tiba-tiba Bahlil menjadi ketua umum Golkar mengalahkan Airlangga Sutarto. Sepak terjang politik Bahlil juga sangat lincah. Bahkan mengalahkan Muhaimin Iskandar. Perjalanan politiknya dari yang tidak dikenal kemudian menjadi Ketua Umum Golkar adalah prestasi luar biasa. Golkar adalah partai gaek yang diisi oleh politisi kawakan sejak orde baru. Politisi kawakan semacam Akbat Tanjung, Abu Rizal Bakrie dan lainnya ternyata masih kalah cerdik dengan Bahlil Lahadalia.
Presiden Prabowo Subianto tidak akan menjuluki tiga orang tersebut tanpa alasan yang jelas. Presiden Prabowo Subianto adalah politisi kawakan yang sudah tahu seluk beluk semua politisi di negara ini. Makanya wajar jika presiden Prabowo Subianto menjuluki tiga orang ini sebagai kancil politik Indonesia.
Biasanya presiden ketika pidato berapi-api dan yapping -marah-marah istilah genzi-, akan tetapi pada sambutan kali ini, presiden lebih banyak guyonannya. Mungkin Ketum PKB tahu sifat Presiden Prabowo Subianto agar tidak yapping maka disanjunglah presiden kita itu dengan istilah baru Prabowonomic. Inilah salah satu kecerdikan Muhaimin Iskandar dalam mengambil hati presiden Prabowo Subianto. Menanggapi istilah Prabowonomic ini, presiden menyindir secara langsung Sufmi Dasco dimana Partai Gerindra saja tidak mencuatkan ide Prabowonomic.
Dalam cerita rakyat, kecerdikan dan kelicikan kancil hanya kalah dengan siput. Walaupun siput tidak secerdik kancil akan tetapi karena adanya persatuan antar siput maka kecerdikan, kelicikan dan kelincahan kancil kalah telak. Maka dalam perpolitikan Indonesia ini kalau ingin mengalahkan kancil harus menjadi siput. Siapakah siput yang akan mengalahkan kancil tersebut.
Selamat Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa.