Hilal 01 Dzulhijjah 1447 H
Pemerintah Republik Indonesia menetapkan bahwa awal bulan Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan tanggal 18 Mei 2026 M. Maka dari itu Hari Raya Idul Adha 1447 H -10 Dzulhijjah 1447 H- jatuh pada tanggal 27 Mei 2026 M. Penetapan awal bulan Dzulhijjah 1447 H tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor: 682 tahun 2026 yang ditandatangani pada tanggal 17 Mei 2026.
Pertimbangan pemerintah Republik Indonesia menetapkan awal bulan Dzulhijjah 1447 H jatuh pada tanggal 18 Mei 2026 berdasarkan pada kesaksian hilal dengan mata telanjang oleh dua perukyat yang ada di POB Tanjung Kodok Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Dua orang perukyat tersebut telah disumpah oleh hakim Pengadilan Agama Kabupaten Lamongan. Adapun dua orang perukyat yang melihat hilal dengan mata telanjang dan disumpah oleh hakim Pengadilan Agama adalah Su'udul Azka, S. Pd. I (58 tahun) merupakan pengasuh pondok pesantren Nurul Huda Karanggeneng Lamongan dan Zarkasyi (54 tahun) pengasuh pondok pesantren Darul Qur'an Banyubang Lamongan.
Memang secara hisab, hilal di seluruh Indonesia bisa dilihat dengan alat optik (teropong) maupun dengan kasat mata tanpa alat optik karena ketinggian hilal sudah memenuhi kriteria minimal MABIMS yaitu 3 derajat. Sementara sudut elongasi bulan juga sudah memenuhi kriteria minimal MABIMS yaitu 6.4 derajat. Adapun ketinggian hilal di seluruh Indonesia berkisar antara 3-6 derajat. Sementara sudut elongasi berkisar antara 7-9 derajat.
Tidak hanya para perukyat di POB Tanjung Kodok Lamongan saja yang bisa melihat hilal akan tetapi para perukyat dari BMKG juga bisa mengolah citra hilal dari lokasi pengamatan hilal di Aceh Selatan. Citra hilal adalah penampakan hilal setelah dilakukan pengolahan hasil dokumentasi atau video atau jepretan kamera terhadap hilal ketika pengamatan. Setelah diolah ternyata ada penampakan hilal diantara awan tebal di langit barat wilayah Aceh Selatan (gambar citra hilal bisa dilihat dalam judul).
Memang sore kemarin kondisi langit Nusantara tidak menguntungkan bagi para pengamat hilal karena kondisi langit mayoritas berawan mulai awan tipis sampai awan tebal. Memang ada wilayah pengamatan yang kondisi langitnya cerah sehingga bisa melihat hilal secara kasat mata seperti yang terjadi di Tanjung Kodok Lamongan itu.
Dengan adanya KMA Nomor: 682 tahun 2026 tersebut maka seluruh rakyat Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 H secara serentak. Sebelumnya beredar kabar adanya perbedaan Hari Raya Idul Adha 1447 H karena salah satu ormas yang menggunakan KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal) diperkirakan merayakan hari raya Idul Adha tidak sama dengan pemerintah yaitu lebih awal dari pemerintah. Akan tetapi karena ada koreksi di sana sini akhirnya, KHGT menetapkan bahwa hari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada tanggal 27 Mei 2026 M.
Keputusan pemerintah RI tersebut sama dengan keputusan pemerintah Arab Saudi terkait penetapan awal bulan Dzulhijjah 1447 H. Dengan adanya kesamaan penetapan awal bulan Dzulhijjah 1447 H tersebut maka pelaksanaan wukuf dan hari raya Idul Adha 1447 H antara Arab Saudi dan Indonesia bersamaan.
Selamat merayakan hari Raya Idul Adha 1447 H.