Lindsey Graham Tewas
Lindsey Graham diumumkan meninggal dunia oleh direktur komunikasi kantornya pada tanggal 11 Juli 2026 pukul 08:30 malam waktu Amerika. Kematian politikus partai Republik ini sangat mendadak sekali dan disebabkan oleh penyakit yang tidak terduga atau sakit tiba-tiba.
Lindsey Graham adalah senator dari Carolina Selatan yang sangat pro Donald Trump. Semua kebijakan Trump banyak dipengaruhi oleh sosok politisi ini. Lindsey Graham lahir 09 Juli 1955 dan meninggal 11 Juli 2026. Dia berumur 71 tahun. Menurut keluarga, dia meninggal di rumahnya Washington DC.
Lindsey Graham ini adalah politisi pendukung sejati Israil. Lindsey Graham inilah yang mendukung Israil menghancurkan Gaza, Palestina. Bahkan politisi ini juga menganjurkan Israil untuk menggunakan bom nuklir di Gaza. Politisi inilah yang juga mendorong Trump untuk menyerang Iran dan menghancurkannya. Lindsey Graham juga menyarankan Trump untuk mendukung Ukraina perang melawan Rusia.
Apakah benar Lindsey Graham, politisi yang sangat suka perang ini meninggal mendadak di rumahnya Washington DC. Sebelum meninggal, Lindsey Graham mengadakan kunjungan ke Ukraina dan bertemu dengan presiden Ukraina, Zalensky (10 Juli 2026). Pasca bertemu dengan Zalensky, Graham mengunjungi pabrik dronenya yang ada di Ukraina bersama beberapa politisi. Beberapa jam kemudian, Rusia menyerang pabrik tersebut dan hancur.
Semua pengamat sanksi bahwa politisi senior AS ini meninggal di rumahnya Washington DC. Mengapa? Mari kita lihat kejadiannya. Pertemuan antara Lindsey Graham dan presiden Zalensky terjadi pada tanggal 10 Juli 2026 pukul 19.51 waktu Kyiv menurut protokol kepresidenan Ukraina.
Setelah acara tersebut, Graham mengunjungi pabrik drone di salah satu tempat rahasia di Kyiv. Dalam postingan di platform X disebutkan bahwa Lindsey Graham pulang dari Kyiv tanggal 11 Juli 2026 pukul 14.00 waktu Kyiv. Kalau misalnya Lindsey Graham langsung pulang ke Amerika maka harus melewati Polandia karena tidak ada penerbangan langsung dari Kyiv ke Amerika. Sejak 2022 tidak ada penerbangan langsung dari Kyiv ke negara manapun karena diblokir oleh Rusia. Jalur alternatif adalah melalui Polandia. Perjalanan dari Kyiv ke Polandia membutuhkan waktu sekitar 9 jam. Logikanya Lindsey Graham baru sampai ke Polandia paling cepat tanggal 11 Juli 2026 pukul 23.00 waktu Polandia (jika minimal perjalanan 9 jam).
Penerbangan dari Polandia ke Washington DC membutuhkan waktu 12 jam. Logikanya Lindsey Graham baru tiba di rumahnya tanggal 12 Juli 2026 pukul 03.00 dini hari waktu Amerika. Mengapa direktur komunikasinya mengumumkan kematian politisi senior ini tanggal 11 Juli 2026 pukul 20.30 waktu Amerika? inilah yang menjadi teka-teki para pengamat.
Kalau dirunut perjalanannya, politisi pendukung Israil ini jelas tewas di Ukraina. Tidak mungkin meninggal di rumah. Maka wajar jika ada spekulasi bahwa politisi dari Carolina Selatan ini tewas kena serangan Rusia bukan karena sakit mendadak.
Pihak Rusia pun secepatnya mengklarifikasi bahwa Israil membunuh politisi ini, akan tetapi klarifikasi ini tidak keluar dari pemerintah Rusia. Klarifikasi ini muncul di beberapa postingan di platform X. Bagaimana sebenarnya kejadian tewasnya politisi suka perang ini.
Kalau merunut kronologi perjalanan Lindsey Graham, sangat tidak mungkin Graham meninggal di rumahnya Washington DC. Jelas Graham tewas karena serangan Rusia. Larry Johnson, mantan CIA mengatakan bahwa politisi senior ini jelas meninggal di Kiev.
Lindsey Graham tewas bersama politisi dan komandan NATO di sebuah hotel yang digunakan untuk mengadakan pertemuan antara politisi tersebut dengan pihak NATO. Sampai detik ini pihak NATO dan AS tidak pernah mengumumkan kebenaran spekulasi dan analisa tersebut.
Kematian politisi ini sangat memukul Donald Trump karena keputusan politis Donald Trump sangat dipengaruhi oleh politisi senior ini. Yang jelas kematian politisi Partai Republik AS ini menimbulkan banyak spekulasi dan tidak akan diumumkan secara resmi dan benar oleh pihak Amerika. Kebenaran kematian politisi senior partai Republik ini hanya diketahui oleh pihak intelejen dan Ukraina.
Pihak-pihak yang mengaku membunuh politisi ini tidak bisa diverifikasi karena begitu tertutupnya informasi kematian politisi ini. Kematian politisi suka perang ini akan membawa perubahan eskalasi konflik di Ukraina. Bisa jadi Donald Trump tidak akan lagi getol mendukung Ukraina. Begitu juga keputusan Donald Trump terhadap Iran kemungkinan juga akan berubah total.