LPD Filipina ketiga
Lupakan sebentar piala dunia yang sudah memasuki fase gugur ini dan lupakan sebentar kejutan-kejutan yang ada di piala dunia kali ini. Yang jelas sudah ada dua kejutan di piala dunia 2026 yang diselenggarakan di tiga negara ini. Kedua kejutan tersebut adalah Jerman harus angkat koper karena kalah adu pinalti dengan Paraguay dan Belanda juga menyusul Jerman pulang lebih dulu ke negara kincir angin yang juga dikalahkan melalui adu pinalti oleh Maroko. Sementara Prancis, Inggris dan Belgia melenggang ke babak selanjutnya setelah mengalahkan Swedia, RD Kongo dan Senegal.
Mari kita alihkan hingar bingar piala dunia 2026 dari Amerika, Kanada dan Meksiko ke kota pahlawan, Surabaya. Ada apa di Surabaya. Hingar bingar Surabaya tidak kalah dengan hingar bingar piala dunia 2026 di tiga negara tersebut. Ya pada tanggal 30 Juni 2026 malam kemarin dilakukan peluncuran kapal perang produksi PT PAL. Jenis kapal perang ini adalah landing platform dock (LPD) yaitu sebuah kapal amphibi yang meluncurkan, membawa dan mendaratkan elemen kekuatan darat untuk misi-misi perang gerak cepat. LPD tersebut adalah pesanan angkatan Laut Filipina.
Adapun spesifikasi LPD pesanan Filipina yang baru diluncurkan kemarin sebagai berikut:
Dimensi dan kapasitas:
Panjang 124 meter
Lebar 21.8 meter
Bobot mati 7.200 ton
Kapasitas personel 621 orang
Kapasitas angkut kendaraan 12 unit
Performa dan Mesin
Sistem pendorong: Gabungan mesin diesel MAN-STX
Kecepatan Maksimal: 16 knot
Kecepatan Jelajah: 13 knot
Jangkauan: 9.360 mil laut
Daya tahan: 30 hari di laut
Fasilitas Udara dan Laut
Helikopter: 3 unit
Kapal pendarat: 2 unit LCU (Landing Craft Utility) dan 2 unit perahu RHB (Rigid Hull Inflatable Boats)
1 meriam utama kaliber 76 mm, 2 meriam sekunder kaliber 25 mm dan senapan mesin kaliber 50 mm
LPD atau dikenal SSV ini dipesan oleh Filipina dan dinamai dengan BRP Ilocos Norte. Nomor lambung SSV ini adalah LD-603. Sebelumnya Filipina telah memesan jenis LPD ini sebanyak 2 buah yang diberi nama dengan BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).
Merasa sreg dan puas dengan produksi PT PAL, Filipina memesan lagi kapal jenis yang sama ke PT PAL sebanyak 2 buah. Filipina membawa produksi PT PAL dalam latihan bersama angkatan laut negara-negara Pasifik (RIMPAC) di Hawai, Amerika Serikat. Tidak hanya dibawa ke Amerika Serikat saja, Filipina juga membawa LPD produksi PT PAL ini ke Vladivostok Rusia dalam latihan perang dengan Rusia. Filipina pamer dan bangga dengan kapal produksi Surabaya ini.
Yang menjadi istimewa dalam peluncuran LPD Filipina yang ketiga kemarin adalah PT PAL mampu memproduksi LPD Filipina yang ketiga ini hanya dalam waktu 6 bulan. Sebelumnya, PT PAL membutuhkan waktu 2 tahun untuk memproduksi LPD Filipina pertama dan kedua. Lompatan waktu yang begitu signifikan dari 2 tahun menjadi hanya 6 bulan inilah yang perlu diapresiasi oleh kita semua. Belum ada galangan kapal di dunia yang mengerjakan kapal jenis LPD ini hanya dalam tempo waktu 6 bulan.
Galangan kapal Amerika membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun mulai dari design sampai menjadi kapal siap tempur. Galangan kapal Italia membutuhkan waktu sekitar 2.5 tahun. Sementara galangan kapal Korea Selatan dan Tiongkok membutuhkan waktu 1.5-2 tahun. Australia membutuhkan waktu 3-4 tahun.
Efisiensi waktu pengerjaan PT PAL menjadi 6 bulan untuk 1 produksi kapal LPD merupakan loncatan luar biasa. Kita patut mengapresiasi terobosan dan perkembangan PT PAL ini. Awalnya dalam pembangunan LPD ketiga Filipina ini dikabarkan terjadi kelambatan pesanan. Semua media massa mengabarkan bahwa pesanan LPD Filipina mengalami keterlambatan akan tetapi faktanya pesanan tersebut lebih cepat dari yang ditentukan.
PT PAL tidak hanya memproduksi kapal perang jenis LPD saja akan tetapi semua kapal perang juga diproduksi oleh PT PAL. PT PAL merupakan satu-satunya galangan kapal di Asia Tenggara yang mampu membuat kapal selam. Saat ini PT PAL bekerja sama dengan Naval Group Prancis membuat kapal selam jenis Scorpene Evolved yaitu kapal selam yang ditenagai baterei lithium. Kapal selam produksi Naval Prancis ini diproduksi secara bersama dengan Naval Group di galangan kapal PT PAL di Surabaya. Di dunia belum ada kapal selam yang ditenagai dengan baterei lithium.
Produksi PT PAL sekarang sudah mendunia. Banyak negara sudah memesan produksi PT PAL seperti Uni Emirat Arab, Filipina, Malaysia dan Thailand. Negara-negara Afrika sudah menjalin kerja sama yang intens dengan PT PAL untuk memesan produksi PT PAL seperti Senegal, Kongo, Madagaskar dan lain sebagainya.
Dengan peluncuran LPD ketiga Filipina ini membuat produksi PT PAL dikenal dunia dan tangguh. LPD Filipina produksi PT PAL menjadi kebanggaan angkatan laut Filipina. LPD ini dipergunakan oleh angkatan laut Filipina sebagai kapal komando operasi perang maupun selain perang.
Semoga PT PAL semakin berkembang dan berjaya.