Banjir Januari 2026
Awal Januari 2026 ditandai dengan hujan yang tiada henti. Hujan awal tahun itu seakan tidak mau berhenti dan turun bergiliran di seluruh wilayah Indonesia. Intensitas hujan mulai ringan sampai lebat memang terus terjadi di seluruh wilayah Indonesia.
Hujan juga turun di wilayah Kabupaten Pati. Wilayah yang paling berdampak ketika hujan turun di awal tahun 2026 ini adalah wilayah Pati utara. Adapun wilayah Pati Utara yang berdampak hujan awal tahun ini adalah kecamatan Wedarijaksa, Trangkil, Margoyoso, Tayu, Gunungwungkal, Cluwak dan Dukuhseti. Nyaris semua wilayah Pati utara terdampak banjir akibat hujan awal tahun 2026. Hujan yang turun 3 hari berturut-turut sejak Jum'at, 09 Januari 2026 sampai Senin hari ini, 12 Januari 2026 berakibat banyak wilayah yang terendam banjir.
Banjir yang melanda wilayah Pati Utara sifatnya sementara karena kriteria banjir tersebut adalah banjir temporer untuk tidak mengatakan banjir bandang. Banjir akan hilang jika hujan berhenti. Tidak seperti banjir di kota besar yang menggenang begitu lama. Banjir ini hanya banjir kiriman dan hanya lewat saja. Mengapa sering terjadi banjir bandang di wilayah Pati Utara? Karena sudah tidak adanya hutan sebagai penopang dan penyimpan air hujan. Hutan sebagai wilayah resapan air hujan habis dijarah pada tahun 2000-an. Akibatnya ketika hujan turun walaupun tidak lebat wilayah hilir langsung kebanjiran.
Sudah beberapa tahun banjir temporer ini berulang dan belum ada solusi jangka panjang. Masyarakat pun terlihat enjoy ketika ada banjir kiriman ini. Masyarakat berpikir banjir ini hanya sesaat dan hanya lewat saja. Tidak perlu dirisaukan. Pemerintah daerah pun tidak berusaha untuk mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan ini. Lembaga swadaya masyarakat juga tidak berpikir mencari solusi banjir yang terus berulang ini.
Hutan yang seharusnya direboisasi bukannya direboisasi akan tetapi dijadikan hutan sosial yang tanamannya tidak mendukung pengendalian banjir. Bahkan beberapa masyarakat menebang pohon di hutan yang masih tersisa. Pihak keamanaan hutan pun tidak berbuat banyak untuk mencegah kerusakan hutan. Wilayah hutan di Pati Utara sangat sedikit sekali bahkan nyaris tidak ada. Hanya beberapa hektar hutan yang masih tersisa dan banyak pohonnya akan tetapi sisa hutan itu pun dijarah oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Pihak Perhutani yang berhak mengelola hutan tidak berdaya dan seakan membiarkan tindakan masyarakat menjarah hutan tersebut.
Banjir temporer ini akan terus berulang jika tidak ada tindakan jangka panjang dari semua pihak. Reboisasi hutan adalah jawaban dari bencana berulang awal tahun itu. Masyarakat harus diedukasi terkait pentingnya fungsi hutan. Aparat penegak hukum harus tegas menindak prilaku masyarakat yang menjarah hutan.
Penanggulan bencana membutuhkan anggaran besar. Pemerintah daerah tidak cukup bertindak ketika ada bencana akan tetapi pemerintah daerah harus mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi bencana yang berulang ini. Akibat bencana yang berulang ini, banyak fasilitas umum seperti jalan raya, jembatan dan drainase rusak. Akibatnya pemerintah daerah harus menganggarkan perbaikan fasiltias umum tersebut. Jika bencana berulang ini tidak dicari solusi jangka panjang, anggaran daerah akan tersedot untuk perbaikan fasilitas umum tersebut.
Tiap awal tahun sudah dipastikan terjadi banjir temporer ini. Walaupun banjir itu hanya sekilas akan tetapi bisa membikin ekonomi berhenti. Jika ekonomi berhenti maka aktivitas masyarakat terganggu. Ekonomi tidak boleh berhenti. Aktivitas masyarakat harus berjalan terus. Untungnya ketika banjir temporer ini terjadi solidaritas dan gotong royong masyarakat berjalan tanpa ada komando atau perintah dari pemerintah daerah. Sikap gotong royong dan saling membantu masyarakat inilah yang membuat bencana ini menjadi ringan dan biasa karena semua saling tolong menolong. Akan tetapi kita tidak bisa mengharapkan terus-menerus sikap tolong menolong masyarakat ini. Bencana ini harus segera dicarikan solusinya. Tidak hanya dicari solusinya saja akan tetapi juga diimplementasikan di lapangan. Jangan hanya ketika terjadi bencana koar-koar harus begini harus begitu, pasca bencana diam seribu bahasa karena lupa bencana sudah lewat.
Semoga bencana awal tahun ini segera berlalu dan hujan segera berhenti. Kalau boleh meminta silahkan diturunkan hujan akan tetapi hujan yang membawa manfaat bukan hujan yang merusak.