Maroko: Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Kemenangan Maroko atas timnas Belanda kemarin membuat para pengamat kaget dan menguncang bursa taruhan sepak bola dunia. Maroko yang tidak diunggulkan dalam pertandingan melawan salah satu tim terbaik Eropa, ternyata bisa membalikkan prediksi para pengamat bola.
Permainan Maroko yang apik dan koordinasi antar lini yang nyaris sempurna membuat pemain tim oranye harus banting tulang membendung serangan Maroko. Walaupun tim Belanda diisi oleh pemain-pemain yang bermain di liga Eropa akan tetapi ketika menghadapi Maroko yang menjadi tim underdog di piala dunia kali ini ternyata tidak bisa berbuat banyak. Bahkan tim oranye terlihat kedodoran melawan tim Maroko ini.
Secara rangking FIFA, kedua tim sebenarnya sama. Tim Maroko yang dikenal dengan tim Atlas berada di urutan ke-7, sementara tim oranye berada satu strip dibawahnya yaitu urutan ke-8. Mengapa Maroko bisa mengalahkan Belanda padahal atmosfir kompetisi sepak bola di Maroko tidaklah sebaik kompetisi di Eropa. Mengapa Maroko bisa bertengger di urutan ke-7 rangking FIFA.
Mungkin mayoritas pengamat atau penggila bola tidak membaca perkembangan sepak bola Maroko pada satu dekade terakhir ini. Maroko telah membangun sepak bola sejak rajanya membangun akademi sepak bola. Raja Mohammed VI membangun akademi sepak bola dengan tujuan agar talenta sepak bola Maroko berkembang dan mendunia. Tidak hanya mendirikan akademi sepak bola saja, Raja Maroko ini juga menunjuk orang kepercayaan dari Turki untuk mencari talenta-talenta sepak bola di pelosok-pelosok negeri. Setelah menemukan talenta-talenta dari seluruh pelosok Maroko, pemain ini dimasukkan di akademi sepak bola milik raja. Semua biaya di akademi sepak bola ini gratis. Siapapun bisa masuk akademi sepak bola ini dan harus melewati seleksi yang ketat. Hasil dari usaha Raja Maroko ini terlihat ketika Maroko juara dunia sepak bola usia 20 pada tahun 2025 di Cile. Inilah buah dari Raja Maroko, Mohamed VI yang menginginkan sepak bola Maroko mendunia.
Maka tidak kaget jika pada piala dunia kali ini Maroko bisa mengalahkan Belanda yang bertabur bintang. Bisa jadi Tim Atlas Maroko ini menjadi kuda hitam juara piala dunia kali ini. Melihat permainan tim Maroko melawan Belanda, Maroko bisa menjadi salah satu kandidat juara piala dunia 2026. Langkah Maroko selanjutnya adalah melawan Kanada. Di atas kertas permainan Kanada tidak begitu istimewa. Maroko mungkin bisa mengatasi Kanada.
Kemenangan Maroko atas timnas Belanda menjadikan wakil Afrika ini semakin percaya diri untuk menuju final piala dunia. Semangat timnas Maroko perlu diapresiasi, walaupun ketinggalan 1-0 dari timnas Belanda, mereka bisa membalas di menit terakhir (injury time) pertandingan. Gol balasan Maroko di menit terakhir pertandingan membuyarkan kemenangan tim oranye Belanda yang sudah didepan mata. Timnas Belanda yang sudah-bersiap-siap melakukan selebrasi kemenangan akhirnya tertunduk lesu. Permainan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.
Dalam perpanjangan waktu 2 x 15 menit tersebut hasilnya masih sama dan pertandingan harus dilanjutkan drama adu pinalti. Drama adu pinalti inilah yang membuat timnas Belanda harus angkat koper menyusul timnas panzer Jerman. Jerman angkat koper karena kalah lewat adu pinalti dengan Paraguay. Nasib kedua tim besar Eropa ini sama yaitu dikalahkan oleh tim yang tidak diunggulkan dalam piala dunia 2026 dan sama kalah lewat adu pinalti. Bagi kedua tim Eropa ini, kekalahan kali ini sangatlah menyakitkan. Bagaimana tidak menyakitkan? Kedua tim besar Eropa tersebut merupakan tim unggulan kandidat juara piala dunia 2026.
Memang bola itu bundar akan tetapi kalah dengan tim yang tidak diunggulkan dan diawal-awal pertandingan adalah pukulan berat dan memalukan bagi tim sebesar Jerman dan Belanda. Apakah Maroko akan melanjutkan tren positifnya dengan mengalahkan Kanada di pertandingan selanjutnya?