Damai Hormuz
Kemarin (06/05/2026) presiden AS, Donald Trump mengeluarkan pernyataan bahwa operasi Epic Fury (kemarahan dahsyat) di Iran berakhir. Pernyataan Trump ini sejalan dengan pernyataan menteri luar negeri, Rubio yang mengatakan bahwa operasi Epic Fury di Timur Tengah telah berakhir karena operasi tersebut tidak disetujui oleh senat maka tidak boleh diperpanjang waktunya. Sementara operasi Project Freedom (proyek pembebasan) Selat Hormuz juga sudah diakhiri. Operasi Project Freedom adalah operasi militer AS untuk mengawal kapal kargo sipil di selat Hormuz yang diluncurkan sejak 4 Mei 2026. Artinya sudah ada tanda-tanda pihak AS-Israil dan Iran menuju perdamaian.
Saat ini kondisi selat hormuz masih tegang karena masih adanya blokade militer Amerika terhadap selat tersebut. Blokade militer tersebut tidak akan dicabut sampai adanya perjanjian perdamaian antara AS dan Iran. Walaupun operasi Epick Fury dan Project Freedom telah berakhir akan tetapi blokade tetap terus berlanjut sampai adanya kata sepakat antara kedua negara tersebut.
Apakah pernyataaan Donalt Trump tersebut bisa dijadikan pegangan? Berkali-kali DT mengeluarkan pernyataan yang selalu bertolak belakang dengan kenyataan. Jika operasi militer AS di Selat Hormuz ini berakhir maka jelas Amerika dalam pihak yang kalah dan Iran adalah pihak yang menang.
Iran yang diembargo selama kurang lebih 40 tahun ternyata masih kuat dan bahkan menjadi satu-satunya negara di Timur Tengah yang menyamai kekuatan Amerika saat ini. Perkembangan teknologi Iran yang luar biasa bisa melawan serangan Amis dalam perang yang dikobarkan oleh Amis sejak 28 Pebruari 2026 lalu. Iran melawan serangan Amis dengan membombardir pangkalan Amerika di seluruh negara Teluk dengan rudal dan drone. Kekuatan rudal dan drone Iran yang mematikan melumpuhkan semua pangkalan Amerika di negara Teluk. Dalam perang kali ini Amerika menderita kerugian yang signifikan. Diperkirakan kerugian Amerika mencapai Rp. 85 Triliun. Tidak hanya pangkalan Amerika yang rusak akan tetapi armada perang Amerika juga mengalami kerusakan yang signifikan. Kapal induk Gerald Ford dan Abraham Lincoln merasakan hantaman rudal dan drone Iran sehingga menjauh dari kawasan Teluk. Beberapa kapal perusak Amerika juga rusak parah karena rudal Iran. Tidak hanya itu beberapa pesawat pengisi bahan bakar juga hancur kena rudal Iran, bahkan pesawat canggih Amerika yang berfungsi sebagai mata dan telinga militer Amerika juga hancur kena rudal Iran.
Amerika harus berhitung ulang jika ingin melanjutkan perang dengan Iran. Usaha Amerika untuk melucuti nuklir Iran gagal total. Operasi pencurian uranium yang diluncurkan oleh Donalt Trump gagal total. Operasi yang dikemas dalam pencarian dan penyelamatan pilot pesawat tempur F-15 Amerika harus menelan pil pahit karena ternyata masuk perangkap militer Iran. Walhasil korban tentara pun banyak dan beberapa pesawat militer harus diledakkan sendiri oleh Amerika. Berita kegagalan operasi pencurian uranium Iran ini tidak pernah diakui oleh Amerika. Sampai kapanpun operasi pencurian uranium Iran yang gagal total itu tidak akan dibuka dan diakui oleh Amerika karena itu bagian dari taktik perang dengan menyembunyikan fakta kekalahan militernya.
Amerika tidak hanya menderita kekalahan telak dalam operasi Epick Fury tersebut akan tetapi juga mendapat tamparan internasional terutama sekutu NATO. Beberapa negara NATO tidak mengijinkan pangkalannya digunakan untuk militer Amerika, sebutlah Spanyol, Italia, Jerman, Yunani menolak wilayahnya digunakan oleh Amerika.
Tidak hanya Amerika yang menderita kekalahan dalam perang dengan Iran tersebut, Israil yang katanya sebagai negara adidaya di kawasan Timur Tengah menderita kehancuran yang lebih besar. Kehancuran Israil bisa dilihat dari beberapa wilayahnya dibombardir oleh rudal Iran. Perisai udara Israil yang dikatakan paling canggih sedunia tidak mampu menangkal rudal dan drone Iran. Bahkan perdana menteri Benyamin Netanyahu tewas dirudal Iran. Walaupun Israil membantah tewasnya perdana menteri mereka akan tetapi fakta-fakta menunjukkan bahwa perdana menteri negara Yahudi tersebut telah tewas.
Tidak hanya kehilangan perdana menteri, Israil juga kehilangan PLTN Dimona yang merupakan PLTN satu-satunya yang bisa memproduksi uranium. Banyak ahli nuklir Israil tewas kena rudal Iran. Israil menutupi semua informasi ini karena penutupan infromasi adalah salah satu bagian dari taktik perang untuk melemahkan lawan.
Setelah gencatan senjata yang terus diperpanjang oleh Amerika, sekarang saatnya Selat Hormuz mulai tenang dan damai. Akibat perang di selat Hormuz, harga minyak dunia melambung tinggi yang berakibat terhadap perekonomian dunia. Kenaikan harga minyak dunia sangat mempengaruhi ekonomi dunia. Dampak kenaikan harga minyak dunia sangat dirasakan oleh negara-negara Eropa. Negara Eropalah yang sangat berdampak dengan perang di selat Hormuz ini. Bahan bakar minyak negara-negara Eropa berasal dari Timur Tengah. Sementara negara di luar Eropa belum begitu berdampak akibat penutupan selat Hormuz ini. Memang ada beberapa negara yang sudah berdampak tidak terkecuali negara kita akan tetapi tidak separah dampak yang dirasakan oleh negara Eropa.
Semoga pernyataan Trump tersebut menjadi kenyataan dan segera ada kesepakatan damai antara AS dan Iran selamanya. Damailah Hormuz. Damailah kawasan Teluk dan damailah dunia.