Kandidat Ketum PBNU
Pada bulan ini, Agustus 2026, tepatnya tanggal 27-31 Agustus, akan diadakan Muktamar NU ke-35 yang bertempat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Jawa Timur. Muktamar adalah rapat tertinggi atau musyawarah tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Dalam muktamar ini salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum Nahdlatul Ulama. Sebenarnya dalam muktamar ini agendanya banyak sekali akan tetapi agenda yang paling menarik adalah pemilihan ketua umum.
Ada sekitar 8 kandidat calon ketua umum PBNU berdasarkan poling atau jajak pendapat yang dilakukan oleh NU Online dan Insantara. Poling yang dilakukan oleh NU Online menjaring 8 nama calon ketua umum PBNU. Poling yang dilakukan oleh NU Online ini dilakukan melalui kanal resmi NU Online pada tanggal 22 Juli 2026. Hasil poling pada tanggal 22 Juli 2026 tersebut muncul 8 kandidat nama calon ketua umum PBNU. Poling ini bermaksud untuk mengetahui pendapat para nahdliyin dalam perhelatan pemilihan ketua umum pada muktamar ke-35 kali ini.
Adapun 8 nama calon kandidat ketua umum PBNU hasil poling NU Online sebagai berikut:
KH. Abdul Ghaffar Rozin
KH. Yusuf Chudlori
KH. Yahya Cholil Staquf
KH. Abdussalam Shohib
Gus Hery Haryanto Azumi
KH. Zulfa Mustofa
KH. Abdul Hakim Mahfudz
KH. Nasaruddin Umar
Sementara hasil poling Insantara berhasil menjaring 8 nama kandidat ketua umum PBNU berdasarkan aspirasi nahdliyin. Walaupun sama-sama menghasilkan 8 nama kandidat ketua umum akan tetapi poling Insantara berbeda dengan poling NU Online. Nama 8 kandidat ketua umum PBNU berdasarkan hasil poling Insantara sebagai berikut:
K. H. Imam Jazuli
KH. Abdul Ghaffar Rozin
KH. Yusuf Chudlori
KH. Nasaruddin Umar
KH. Abdul Hakim Mahfudz
KH. Abdussalam Shohib
KH. Yahya Cholil Staquf
KH. Zulfa Mustofa
Ada 1 nama yang berbeda dari hasil poling kedua lembaga tersebut yaitu KH. Imam Jazuli dan Gus Hery Haryanto Azumi. Selebihnya semua sama. Melihat hasil poling ini dapat dibaca bahwa nama-nama tersebutlah yang diinginkan oleh nahdliyin dalam muktamar yang akan datang.
Hasil poling hanyalah gambaran nama-nama yang diinginkan oleh nadhliyin dan bukan calon resmi yang akan berlaga dalam pemilihan ketua umum PBNU yang akan datang. Walaupun belum menjadi calon resmi dalam pemilihan ketum PBNU akan tetapi ada fakta menarik bahwa ternyata nahdliyin menginginkan adanya sosok baru dalam pemilihan kepemimpinan NU ke depan. Lihatlah nama-nama baru seperti KH. Abdul Ghafar Rozin, KH. Imam Jazuli, KH. Yusuf Chudlori, KH Abdussalam Shohib dan Gus Hery Haryanto Azumi. Mungkin nama-nama tersebut belum dikenal begitu luas oleh nahdliyin seperti KH. Imam Jazuli dan Gus Heri Haryanto Azumi. Popularitas nama memang mempengaruhi hasil poling ini.
Siapakah KH. Imam Jazuli dan Gus Hery Haryanto Azumi itu?
KH. Imam Jazuli adalah kader PKB dari Cirebon. Imam Jazuli adalah pengasuh sekaligus pendiri Yayasan Bina Insan Mulia Cirebon. KH. Imam Jazuli inilah yang getol menyerang kepemimpinan Gus Yahya saat ini. Tulisannya banyak sekali di media massa seperti di Harian Disway. Tiap hari tulisannya dimuat di Harian Disway. Umurnya masih muda. Imam Jazuli kelahiran 17 Nopember 1976 atau umur 50 tahun saat ini.
Sementara Gus Hery Haryanto Azumi belum begitu terkenal di jagad Nahdlatul Ulama. Yang saya tahu Gus Hery Haryanto ini adalah lulusan MANPK Denanyar Jombang tahun 1995. Kemudian melanjutkan studinya di IAIN Jakarta. Mantan Ketua Umum PMII tahun 2005-2007. Umurnya saat ini 49 tahun (lahir 29 April 1977).
Yang jelas dari beberapa nama hasil poling tersebut sudah ada kandidat yang menyatakan maju dalam perhelatan pemilihan ketua umum PBNU ini diantaranya adalah KH. Abdul Ghofar Rozin, incumbent KH. Yahya Cholil Tsaquf, KH. Yusuf Chudlori dan KH. Abdussalam Shohib. Untuk nama lainnya belum mencalonkan diri maju dalam pemilihan ketum PBNU.