Netanyahu AI
Tewasnya Perdana Menteri Israil, Benyamin Netanyahu sampai sekarang masih belum diakui oleh pihak otoritas Israil. Otoritas Israil mengatakan bahwa Netanyahu masih hidup dan dalam penjagaan ketat. Tidak sampai di situ saja, otoritas Israil juga mengunggah video Benyamin Netanyahu untuk menangkal isu bahwa PM Zionist ini telah tewas akibat serangan rudal Iran.
Sabtu, 14 Maret 2026, otoritas Israil mengunggah sebuah video yang berisi pidato Netanyahu dengan latar belakang bendera Israil dikiri dan kanan dan background biru. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa PM Netanyahu masih hidup dan Netanyahu mengatakan bahwa akan mentargetkan pemimpin Iran yang baru untuk dibunuh. Video tersebut beredar luas di platform media sosial apapun apalagi platform media sosial X. Silahkan anda berselancar melihat video unggahan tersebut. Selang beberapa jam dari unggahan tersebut, netizen menilai ada kejanggalan dalam video tersebut. Adapun kejanggalannya adalah:
Gerakan Benyamin Netanyahu tidak selentur gerakan manusia normal. Sangat jelas sekali bahwa gerakan tersebut merupakan hasil dari rendering aplikasi AI.
Jumlah jari-jemari tangan kanan Benyamin Netanyahu berjumlah 6. (silahkan lihat di foto atas).
Gigi dari Benyamin Netanyahu sangat jelas tidak seperti gigi aslinya. Gigi yang ada dalam video tersebut lebih banyak dan rapi, sementara gigi aslinya tidak seperti itu.
Gerakan tangan kiri Benhyamin Netanyahu sangat jelas hasil dari Artificial Intelegent (AI).
Tak pelak penilaian netizen tersebut membuat gempar jagat maya. Ternyata ketika video tersebut diuji dengan aplikasi AI hasilnya memang benar video tersebut 90% hasil kerja AI. Kabar tewasnya PM negara Zionist tersebut semakin menguatkan bahwa memang Netanyahu benar-benar sudah tewas. Salah satu anggota intelejen Rusia mengatakan bahwa Benyamin Netanyahu beserta istri dan 6 jendralnya telah tewas dalam serangan rudal Iran. Tidak mungkin seorang intelejen apalagi dari Rusia berani mengatakan secara terang-terangan di media jika kabar tersebut tidak benar. Pemblokiran media secara ketat oleh otoritas Israil membuat kabar tersebut sulit untuk dilacak.
Tewasnya Benyamin Netanyahu membuat pemerintahan Israil tidak terkoordinasi dengan baik. Buktinya serangan ke Lebanon seakan tanpa perintah apapun dan tidak ada tanggung jawab. Di saat berita tewasnya PM Israil viral di mana-mana di saat yang sama Israil harus menghadapi kenyataan serangan dari Hizbullah di Lebanon Selatan. Serangan Hizbullah nyaris membunuh presiden Israil ketika berkunjung ke perbatasan Israil-Libanon. Hizbullah telah menguasai dua kota yang semula diduduki oleh Israil. Kekalahan tentara Israil di perbatasan Israil-Libanon menambah pedih perang kali ini.
Kabar datang dari internal otoritas Israil bahwa Benyamin Netanyahu meninggalkan kursi kepemimpinan selamanya. Artinya otoritas Israil mengakui bahwa Benyamin Netanyahu tidak lagi menjabat sebagai perdana menteri. Ada kabar di internal Israil bahwa perdana menteri Israil sekarang dijabat oleh Yair Lapid yaitu pemimpin oposisi Israil yang anti terhadap perang dengan Iran. Kabar ini memang masih diingkari oleh otoritas Israil.
Yang jelas kondisi pemerintah Israil sekarang carut marut. Satu persatu target Iran berhasil dieliminasi. Pimpinan Mossad, panglima angkatan darat, panglima angkatan udara, panglima angkatan laut semuanya sudah dieliminasi oleh Iran. Rabi Yahudi garis keras yang menyarankan untuk penghancuran Gaza juga sudah dieliminasi oleh Iran. Saat ini Israil dalam kondisi luluh lantak akibat serangan rudal Iran. Israil kekurangan perisai udara. Sistem Iron dome, Arrow, THAAD sudah tidak berfungsi di Israil. Israil meminta pasokan pelindung udara dari Amerika dan sampai saat ini belum juga datang karena keterbatasan sistem THAAD milik Amerika. Kabarnya Amerika memindahkan sistem THAAD yang ada di Semenanjung Korea ke Israil untuk melindungi Israil. Saat ini hanya ada 1 THAAD di Israil yang berfungsi dan beberapa rudal patriot.
Kekurangan perisai udara inilah yang dimanfaatkan Iran untuk menghujani Israil dengan rudal-rudal terbarunya. Kabar terakhir Iran sudah menggunakan rudal jenis Sijjil yang mampu menggotong bahan peledak sebesar 2 ton dengan kecepatan March 14. Rudal jenis ini tidak bisa diintersep oleh sistem pelindung udara apapun. Jelas Israil akan dibombardir oleh Iran. Tanpa adanya pelindung udara maka Israil akan lebih mengerikan daripada Gaza. Beberapa postingan di media sosial yang menggambarkan kehancuran ibu kota Israil, Tel Aviv dihapus oleh platform media sosial tersebut. Lihatlah beberapa postingan di X, IG atau FB banyak postingan yang dihapus oleh pihak X, IG dan FB karena menposting kehancuran Tel Aviv.
Sekretaris juru bicara angkatan bersenjata Israil mengatakan bahwa perang akan terus berlanjut sampai 3 minggu lagi. Entah apa maksudnya 3 minggu lagi. Apakah kekuatan Israil hanya siap berperang selama 3 minggu atau ada maksud lain. Sementara itu Amerika mengalihkan kapal perusaknya yang beroperasi di laut Jepang menuju ke Timur Tengah. Kapal perusak jenis ini adalah kapal perusak milik angkatan laut yang diisi oleh pesawat tempur paling canggih Amerika yaitu F-35B yang bisa take off dan landing secara vertikal. Selain itu Amerika juga mengirimkan 2.500 marinir yang mempunyai keahlian pertempuran darat. Rencananya pasukan ini akan diterjunkan melalui darat ke Iran.
Apakah Amerika akan melakukan serangan darat di Iran? Kalau benar Amerika melakukan serangan darat ke Iran maka ini adalah opsi yang sangat besar konsekuensinya. Potensi korban dari pihak Amerika sangat besar. Mengapa demikian? Pasukan Amerika belum mengenal kondisi wilayah Iran. Wilayah Iran sangatlah luas yang terdiri dari gurun dan pegunungan. Kondisi seperti ini sangat menyulitkan bagi pasukan apapun jika ingin menguasai Iran. Apakah Amerika tidak belajar dari kegagalan perang Vietnam dimana Amerika harus kalah telak dengan Vietnam. Saat itu Vietnam secara teknologi sangatlah terbelakang. Berbeda dengan Iran sekarang yang teknologinya mengungguli teknologi Amerika dan negara Barat lainnya. Pengerahan pasukan darat sangatlah tidak menguntungkan bagi Amerika. Amerika akan berhadapan dengan tidak hanya rakyat Iran akan tetapi proksi-proksi Iran yang sudah menunggu kedatangan pasukan Amerika di daratan Iran.
Kembali ke video AI Netanyahu. Setelah unggahan video tanggal 13 Maret 2026 gagal meyakinkan publik, otoritas Israil kemudian mengunggah kembali video Benyamin Netanyahu tanggal 16 Maret 2026. Video yang diunggah adalah video Benyamin Netanyahu mengunjungi sebuah kafe dan membeli secangkir kopi. Benyamin Netanyahu terlihat bercakap-cakap dengan pemilik kafe dan kemudian memberikan statemen kepada awak media.
Video tersebut langsung ramai diserang oleh netizen. Beberapa netizen menilai bahwa video tersebut tidak asli alias sudah diedit. Memang benar Netanyahu pernah berkunjung ke kafe SAFAR. SAFAR adalah nama kafe milik orang Israil keturunan Arab. Kunjungan tersebut terjadi pada saat pasca covid 19. Lihatlah foto pasukan pengamanan presiden dan beberapa orang yang masih memakai masker. Banyak kejanggalah dalam video yang diunggah pada tanggal 16 Maret 2026 tersebut. Diantaranya adalah:
Wajah Benyamin Netanyahu tidak seperti aslinya. Lihatlah hidung dan wajahnya secara cermat. Bandingkan dengan foto asli wajah Benyamin Netanyahu.
Banyak orang yang masih memakai masker.
Kopi yang dibawa oleh Netanyahu tidak tumpah ketika dibawa dengan posisi agak miring.
Tangan Netanyahu yang ada disaku bergerak sendiri seperti hasil editan aplikasi AI.
Walhasil unggahan video tanggal 16 Maret 2026 tersebut mengandung kontroversi. Video tersebut bisa jadi hasil editan AI. Ini membuktikan bahwa memang Netanyahu sudah tewas dan pihak otoritas Israil berusaha untuk menutupinya. Israil sangat ketakutan jika Netanyahu sebagai pimpinan negara Zionis tersebut tewas akibat serangan Iran diketahui oleh dunia internasional. Tewasnya Benyamin Netanyahu akan berakibat fatal bagi negara Zionist tersebut. Kepercayaan rakyat Israil terhadap kemampuan angkatan bersenjatanya akan turun drastis. Teknologi yang dimiliki Israil yang digembar-gemborkan sebagai paling canggih sedunia tidak ada artinya dan membuat rakyat Israil sanksi akan kehandalan teknologi yang dimiliki negara ini. Perlahan tapi pasti kepercayaan rakyat Israil terhadap pemerintahannya akan runtuh. Inilah yang dikhawatirkan oleh petinggi Israil.