Ulang Tahun di Tengah Hujan
Sabtu, 03 Januari 2026 bertempat di halaman kantor bupati Pati digelar upacara Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80. Peserta upacara adalah seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Pati dan tamu undangan. Upacara Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80 di Kabupaten Pati kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya lokasi upacara di dilaksanakan di madrasah milik kementerian agama, tahun ini -2026- diminta oleh Bupati Kabupaten Pati untuk diselenggarakan di halaman kantor bupati Pati.
Pembina upacara (inspektur) langsung dipimpin oleh orang nomor 1 di Kabupaten Pati tersebut yaitu H. Sudewo, S. T., M. T. Kemungkinan H. Sudewo menghendaki agar pelaksanaan upacara HAB Kemenag ke-80 di halaman kantornya agar semua ASN di Kabupaten Pati merasa memiliki dengan Kabupaten Pati. Ini kemungkinan saja. Bisa jadi salah. Jangan ditafsirkan kemana-mana apalagi tafsirnya maudhu'i.
Undangan upacara berbeda antara peserta upacara dan undangan VIP. Undangan untuk ppeserta upacara tertera pukul 06.00 WIB, sementara undangan VIP dan tamu undangan tertera pukul 06:30 WIB. Undangan VIP dan tamu undangan adalah seluruh kepala seksi, kepala KUA, kepala Madrasah, pensiunan ASN Kemenag, pengawas dan lembaga lintas sektoral. Peserta upacara tentunya datang dari seluruh pelosok Kabupaten Pati, mulai dari pelosok paling utara, pelosok Selatan, pelosok Timur dan pelosok Barat. Jika undangan upacara pukul 06.00 WIB maka bagi peserta upacara yang datang dari pelosok Utara dan Selatan harus berangkat pukul 05:00 WIB karena perjalanan menuju lokasi upacara membutuhkan waktu sekitar 1 jam.
Sejak pagi, cuaca mendung dan diselingi hujan rintik-rintik. Prediksi BMKG memang awal Januari 2026 akan terus diguyur hujan dari tingkat ringan sampai lebat. Memang bulan Januari adalah puncak musim penghujan, istilah orang Jawa Januari adalah hujan sehari-hari. Sejak awal Januari Kabupaten Pati terus diguyur hujan.
Kondisi cuaca yang penuh dengan hujan ini tidak menyurutkan ASN Kementerian Agama Kabupaten Pati untuk datang dan mengikuti acara ulang tahun instansi tercintanya ini. Mayoritas peserta upacara datang bergelombang dan dalam rombongan tersendiri. Drescode peserta upacara adalah seragam kebanggan Kementerian Agama baju putih dan bawahan gelap. Sementara drescode tamu undangan adalah PSL. Adapun istri tamu undangan berpakaian darma wanita.
Tepat pukul 06:00 peserta sudah banyak yang datang. Pukul 06:00 WIB, peserta upacara sudah memasuki lapangan untuk melaksanakan gladi bersih. Para petugas upacara pun sudah siap di posisi masing-masing. Hujan pun bukannya reda akan tetapi semakin deras. Tamu undangan berada di pendopo kabupaten Pati.
Pukul 07:00 WIB, upacara dimulai. Diiringi rintik-rintik hujan, pembawa acara membuka jalannya upacara HAB Kementerian Agama ke-80 pagi itu. Hujan pun bukannya berhenti akan tetapi air dari langit semakin deras tumpah ke bumi. Tatkala acara pengibaran bendera, hujan pun semakin deras dan seakan tidak ada toleransi sedikitpun mengikuti pengibaran bendera Merah-Putih itu. Hujan semakin deras ketika pembina upacara, bupati Kabupaten Pati membacakan amanat. Semua orang mengira upacara akan bubar. Saya pun mengira upacara akan bubar karena ditinggal peserta upacara berteduh. Ternyata peserta upacara tetap berdiri tegap di tempatnya masing-masing, bertahan dari guyuran hujan. Memang ada beberapa peserta upacara yang menepi dan berteduh akan tetapi mereka tetap berbaris rapi di pinggir lapangan untuk mengikuti upacara.
Satu kata luar biasa untuk peserta upacara. Inilah loyalitas, integritas dan kesetiaan kepada institusi Kementerian Agama. Nilai integritas, loyalitas dan kesetiaan ini tidak bisa dibeli dengan apapun. Bahkan ditukar dengan gunung Uhud pun tidak akan bisa. Selama ini kesetiaan, integritas dan loyalitas mungkin hanya dimiliki oleh kalangan militer akan tetapi nilai itu pagi ini tidak hanya milik militer akan tetapi juga milik ASN Kementerian Agama Kabupaten Pati. Top markotop.
Saya acungi jempol dan saya merasa bangga dengan kondisi pagi ini. ASN Kementerian Agama tidak kaleng-kaleng. Hari ulang tahun ini menunjukkan bahwa Kementerian Agama tetap loyal, setia dan berintegritas dalam melayani masyarakat. Pagi ini kami tunjukkan bahwa Kementerian ini bukan kementerian sembarangan. Biarlah ada pejabat kementerian baru itu mengatakan ASN Kementerian Agama tidak berintegritas ketika menjadi petugas haji, biarlah pejabat kementerian baru itu mengaum ASN Kementerian Agama hanya nebeng haji ketika menjadi petugas haji. Biarlah para politisi menyanyi ASN Kementerian Agama korup dan tidak becus menangani haji akan tetapi pagi ini kami tunjukkan bahwa kami ASN Kementerian Agama tidak seburuk dan sejelek yang anda katakan. Di tengah badai cacian kami tetap berdiri tegak menunjukkan integritas, loyalitas dan kesetiaan kami kepada negara ini.
Ulang tahun ke-80 bukanlah umur yang muda. Umur 80 adalah umur yang sudah tua dan sudah lama makan asam garam. Umur Kementerian ini seumur dengan berdirinya NKRI. Jangankan cacian dan serangan dari para politisi dan pejabat, hujan deras nan lebat pun tidak menggoyahkan integritas, kesetiaan dan loyalitas kepada kementerian ini.
Setelah upacara selesai dilanjutkanlah dengan resepsi HAB Kemenag ke-80 di pendopo Kabupaten. Sebelum acara dimulai, saya bertemu dengan para pejabat yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan upacara HAB kali ini. Saya pun berseloroh apa tidak ada antisipasi agar tidak hujan. Pejabat itu pun menjawab jelas sudah. Sudah disiapkan 7 pawang hujan dan mulai tadi malam sudah stand by di sekitar sini. Saya pun menimpali apa perlu tak datangkan si rara pawang hujan itu sambil guyonan. Memang pelaksanaan upacara HAB kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya ketika pelaksanaan upacara tidak pernah hujan selebat ini. Memang ada hujan akan tetapi cuman rintik-rintik saja dan menambah kesejukan pelaksanaan upacara. Mungkin hujan lebat di pendopo Kabupaten Pati ini menjadi isyarat bahwa hujan tersebut adalah hujan yang membawa kebaikan.
Walhasil selamt ulang tahun Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80. Umat rukun dan sinergi, Indonesia damai dan maju.