Londo Ireng
Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa ke-28 di Jakarta Convention Center (JCC) , Kamis 23 Juli 2026 berujung kegaduhan. Asal muasal kegaduhan tersebut adalah penyebutan istilah londo ireng oleh presiden dari Partai Gerindra ini. Banyak kalangan terutama wartawan, jurnalis dan LSM yang tidak terima dengan sebutan tersebut.
Saya pun memutar pidato presiden Prabowo tersebut beberapa kali. Paling tidak 3 kali saya putar dan saya amati dan perhatikan pidato presiden dalam harlah PKB itu. Pidato yang berdurasi 47 menit tersebut memang ada penyebutan istilah londo ireng. Itu terjadi pada menit ke-32 sampai menit ke-34. Silahkan anda putar dan perhatikan sendiri pidato presiden tersebut.
Sebenarnya kalau diperhatikan dengan seksama, tidak ada maksud presiden menghina atau merendahkan profesi lain. Bila ada wartawan, jurnalis atau LSM yang merasa tersinggung mungkin lagi sensi saja. Sebenarnya tidak perlu diperdebatkan diksi londo ireng tersebut. Memang benar presiden menyinggung bahwa londo ireng masih ada di negara ini. Presiden kemudian menyebut wartawan, jurnalis dan LSM. Sangat jelas sekali penyebutan tersebut. Mungkin yang dimaksudkan presiden adalah wartawan, jurnalis dan LSM yang memihak pada kepentingan asing. Dan memang itu yang dimaksud oleh presiden.
Memang gestur presiden Prabowo Subianto ini apa adanya dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Diksi londo ireng yang disampaikan presiden ternyata membuat sebagian kalangan terutama jurnalis dan LSM merasa tersinggung.. Bahkan Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) menuntut presiden Prabowo meminta maaf karena sudah menuduh jurnalis dan LSM sebagai londo ireng.
Setiap kali presiden berpidato selalu berujung pada kegaduhan. Sering kali apa yang dipidatokan mengundang kontroversi, semisal pidato tentang panen padi untuk 1 hektar sawah menghasilkan 40 ton. Begitu juga keuntungan penggilingan padi tiap bulan 2 triliun. Petani liburan di luar negeri dan lain sebagainya. Ini menandakan bahwa komunikasi presiden sangatlah buruk. Sebenarnya bukan komunikasi presiden yang buruk akan tetapi staf kepresidenan yang kurang komunikatif dengan presiden. Staff kepresidenan seharusnya memberikan masukan kepada presiden dalam berpidato agar memilih diksi yang santun, nyaman dan tidak menimbulkan kontroversi. Mungkin staf kepresidenan sudah memberikan masukan akan tetapi karena pembawaan presiden Prabowo Subianto yang tidak mau disetir, akhirnya masukan tersebut dianggap angin lalu saja.
Kembali ke londo ireng. Diksi londo ireng ini digunakan presiden untuk menyebut orang Indonesia yang berpihak pada penjajah atau negara asing. Sebenarnya diksi londo ireng ini tidak muncul akhir-akhir ini akan tetapi sudah muncul sejak adanya pengkhianatan pribumi kepada perjuangan pribumi sendiri. Londo ireng atau istilah kasarnya pengkhianat, sudah ada sejak perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Banyak sekali pribumi yang menjadi pengkhianat dalam perjuangan rakyat Indonesia. Inilah yang dinamakan londo ireng. Mengapa londo ireng? Karena yang menjajah Indonesia adalah bangsa Belanda dan warna kulitnya putih sementara pribumi yang memihak Belanda dipanggil londo dan karena warna kulitnya hitam maka dipanggil londo ireng.
Akibat penggunaan diksi londo ireng inilah presiden Prabowo Subianto dikuliti oleh netizen dan juga media. Sejarah presiden Prabowo Subianto diungkap ke publik dimana kakek buyut presiden ternyata salah satu bagian dari londo ireng. Entah dari mana netizen memperoleh sumber bahwa kakek buyut presiden ini merupakan salah satu bagian dari londo ireng.
Menurut netizen, saat penangkapan Pangeran Diponegoro ada salah seorang kapiten yang ada dalam pasukan tersebut namanya, Benjamin Thomas Sigar. Benjamin Thomas Sigar ini berasal dari Longowan, Minahasa, Sulawesi Utara. Benjamin inilah yang ikut menangkap langsung Pangeran Diponegoro kemudian Benjamin diangkat menjadi Majoor Kepala Distrik Longowan oleh Belanda atas perannya ikut menangkap Pangeran Diponogoro secara langsung.
Silsilah Benjamin Thomas Sigar ini kemudian ditelusuri oleh netizen. Benjamin Thomas Sigar mempunyai anak Laurens Sigar. Laurens Sigar mempunyai anak Philip Sigar. Philip Sigar mempunyai anak Philip Frederik Laurens Sigar. Philip Frederik Laurens Sigar mempunyai anak Dora Marie Sigar. Dora Marie Sigar kemudian menikah dengan Soemitro Djojohadikusumo. Dari pernikahan ini lahirlah Prabowo Subianto, presiden Republik Indonesia ke-8. Jadi warengnya (Benjamin Thomas Sigar) presiden Prabowo Subianto adalah orang yang langsung menangkap Pangeran Diponegoro.
Memang netizen Indonesia ini tidak ada obatnya. Informasinya mengalahkan intelejen tentara. Mungkin presiden Prabowo Subianto belum tahu kalau kakek warengnya itu salah satu pasukan yang menangkap langsung Pangeran Diponegoro. Semoga presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya yang akan datang lebih berhati-hati, lebih santun dan tidak menimbulkan kontroversi.