Awal Bulan Shofar 1448 H
Tak terasa bulan Muharram 1448 H sudah nyaris berakhir. Hiruk pikuk politik, ekonomi bahkan perang dunia membuat kita terlena dalam perhitungan penanggalan hijriyah ini. Hanya orang -orang tertentu yang masih setia dengan kalender penanggalan Islam tersebut bahkan Arab Saudi perlahan namun pasti sudah mengadopsi penanggalan masehi.
Awal bulan Shofar 1448 H berdasarkan ijtimak akan jatuh pada tanggal 16 Juli 2026 M. Adapun hasil perhitungan ijtimak awal bulan Shofar 1448 H sebagai berikut:
Ijtimak akhir Muharram 1448 H terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026 pukul 16:43:28 WIB.
Data matahari :
Terbenam matahari pukul 17:34:33 WIB
Azimut matahari terbenam: 291o 41' 34.53'' UTSB atau 21o 41' 34.53'' B-U
Data bulan:
Bulan terbenam pukul 17:33:43 WIB
Azimut bulan terbenam: 294o 50' 31.82'' UTSB atau 24o 50' 31.82'' B-U
Sudut Elongasi bulan: 03o 12' 39.11''
Tinggi hilal mar'i: Dibawah ufuk
Tinggi hilal hakiki: 00o 12' 31.6''
Lama hilal di atas ufuk : 0 jam 0 menit 52 detik
Selisih azimut Matahari dan bulan : 03o 08' 57.77''
Posisi hilal di belahan bumi utara di utara matahari (hilal miring ke utara)
Berdasarkan data hisab diatas (data hisab berdasarkan markaz Kabupaten Pati) bahwa ketinggian hilal dibawah ufuk. Untuk itu awal bulan Shofar bertepatan dengan tanggal 16 Juli 2026 dengan cara menggenapkan bilangan bulan Muharram menjadi 30 hari (istikmal).
Bagaimana dengan sistem rukyatul hilal yang kemarin menetapkan bahwa awal bulan Muharram 1448 H jatuh pada tanggal 17 Juni 2026 M? Secara rukyatul hilal tanggal 14 Juli 2026 bertepatan dengan tanggal 28 Muharram 1448 H. Mengapa bisa terjadi ijtimak pada tanggal 28 bulan hijriyah?
Satu bulan hijriyah terdiri dari 29 hari atau 30 hari. Ijtimak tidak selalu terjadi pada tanggal 29 bulan hijriyah. Bisa jadi ijtimak jatuh pada tanggal 28 hijriyah? Argumentasinya bagaimana? Selama ini, teori bahwa setiap ijtimak bulan hijriyah pasti jatuh pada tanggal 29 tapi kasus Shofar 1448 H ini berbeda. Ijtimak akhir Muharram 1448 H menurut penganut rukyatul hilal jatuh pada tanggal 28 Muharram bukan tanggal 29 Muharram.
Ijtimak atau kongjungsi adalah bertemunya matahari dan bulan dalam satu garis bujur. Ketika matahari dan bulan dalam satu garis bujur maka itulah awal dari bulan baru atau new moon untuk bulan hijriyah. Memang agak rumit menjelaskan terkait konjungsi pada tanggal 28 bulan hijriyah ini. Secara teori, pertemuan matahari dan bulan dalam satu garis bujur terjadi pada akhir bulan sementara jumlah bulan dalam kalender hijriyah bervariasi antara 29 dan 30. Sebenarnya tidak sampai bilangan 30 hari sempurna karena hitungan sebenarnya adalah 29.53 hari. 29.53 hari ini adalah waktu rata-rata bulan untuk mengelilingi bumi (waktu sinodis). Perbedaan penentuan awal bulan inilah yang sebenarnya membuat perbedaan ijtimak.
Pengamal rukyat menentukan bahwa awal bulan hijriyah ditentukan dengan terlihatnya hilal di ufuk barat pada awal bulan hijriyah. Maka bisa jadi terjadi perbedaan antara penganut hisab dan pengamal rukyat dalam menentukan awal bulan hijriyah. Akan tetapi selisihnya tidak sampai dua hari. Maksimal 1 hari. Perbedaan itu masih dalam tarap normal karena jumlah bilangan bulan hijriyah antara 29-30 hari. Jika jumlah bilangan bulan hijriyah kurang dari 29 atau lebih dari 30 hari maka menyalahi ilmu pengetahuan. Adapun ijtimak tanggal 28 hijriyah masih bisa diterima karena akhir bulan hijriyah minimal 29 hari maka ijtimak bisa terjadi pada tanggal 28.
Mungkin baru teori tersebut yang bisa diberikan untuk menjawab pertanyaan mengapa ijtimak terjadi pada tanggal 28 bulan hijriyah. Sekali lagi perbedaan ini menyiratkan berkembangnya ilmu pengetahuan. Secara teori ilmu pengetahuan konjungsi terjadi ketika akhir bulan hijriyah. Akhir bulan itu bisa tanggal 28 dan 29. Mungkin bisa jadi ijtimak terjadi pada tanggal 30 bulan hijriyah.
Selamat datang bulan shofar 1448 H.