Belasungkawa Lewat
Kemarin, 04 Maret 2026 pemerintah Indonesia secara resmi mengucapkan belasungkawa atas gugurnya pemimpin besar revolusi Islam Iran, Ali Khemenei. Ucapan belasungkawa tersebut dikirim oleh menteri luar negeri Indonesia kepada duta besar Iran di Indonesia. Preseiden Prabowo Subianto mengutus menteri luar negeri, Sugiono untuk mengantar secara resmi ucapan belasungkawa tersebut. Ucapan belasungkawa yang dikirimkan tersebut berisi tentang ucapan belasungkawa pemerintah dan rakyat Indonesia kepada pemerintah dan rakyat Iran atas gugurnya Ayatullah Ali Khemenei.
Ucapan bela sungkawa tersebut ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia. Sebagai negara muslim terbesar di dunia, ucapan belasungkawa dari Indonesia memang ditunggu-tunggu. Sudah selayaknya Indonesia mengucapkan belasungkawa kepada negara Iran. Mengapa ucapan belasungkawa tersebut baru dilakukan pasca 5 hari gugurnya Imam Khamenei? Inilah yang menjadi pertanyaan. Seharusnya begitu Imam Ali Khamenei diberitakan meninggal karena serangan Amerika-Israil, saat itu pula pemerintah Indonesia mengucapkan belasungkawa apalagi serangan Amerika-Israil tersebut jelas melanggar hukum internasional. Indonesia juga tidak mengecam serangan ilegal Amerika-Israil ke Iran. Padahal serangan tersebut jelas melanggara hukum internasional.
Ucapan belasungkawa itu bisa jadi merupakan masukan para tokoh bangsa ketika diundang oleh presiden Prabowo Subianto di istana. Presiden memang mengundang para tokoh bangsa ke istana presiden, 03 Maret 2026. Tokoh bangsa yang diundang adalah mantan presiden dan wakil presiden, ketua parpol dan eks menteri luar negeri. Dalam pertemuan tersebut digunakan oleh presiden untuk berdialog dan tukar pikiran terkait masalah kebangsaan. Menurut presiden Prabowo Subianto, persatuan dan kesatuan adalah modal penting dalam menghadapi kondisi dunia yang tidak tentu saat ini. Indonesia siap menghadapi efek dari kondisi dunia yang tidak tentu ini.
Pasca pertemuan di istana, besoknya -04 Maret 2026- presiden secara resmi mengirimkan ucapan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran. Ucapan belasungkawa ini memang sudah lewat 5 hari dari gugurnya Imam Ali Khemenei akan tetapi ucapan belasungkawa ini sangat bermakna. Dengan adanya ucapan belasungkawa secara resmi ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak memihak kepada negara manapun. Politik Indonesia adalah politik bebas aktif. Diberitakan sebelumnya Presiden Prabowo Subianto memutuskan Indonesia menjadi anggota Board of Peace bikinan presiden Amerika, Donald Trump untuk merekonstruksi Gaza, Palestina. BoP ini sarat kepentingan Trump untuk membangun Gaza. Isunya pembangunan Gaza ini tidak sesuai dengan keinginan rakyat Palestina. Trump akan membangun kawasan Gaza menjadi destinasi wisata yang dikelola oleh perusahaannya sementara warga Gaza akan direlokasi entah ke negara mana. Anggota BoP diminta untuk membayar sebesar Rp. 17 Triliun. Indonesia bergabung dengan badan bentukan Trump tersebut. Ini adalah blunder politik luar negeri Indonesia yang pertama. Langkah selanjutnya yang membikin blunder politik luar negeri Indoesia kedua adalah penandatanganan Agreement Tarif Reciprocal (ATR) antara Indonesia dan Amerika. Dalam penandatanganan tersebut pihak Indonesia harus mengikuti apa kemauan Amerika. Jika Amerika menjadikan suatu negara sebagai musuhnya maka Indonesia juga harus demikian. 2 blunder politik luar negeri inilah yang membuat Indonesia tidak segera menyampaikan ucapan belasungkawa kepada Iran. Indonesia dinilai oleh negara di dunia lebih condong ke Amerika dan menjadi pesuruh Amerika.
Dalam pertemuan para tokoh bangsa tersebut kemungkinan dikasih masukan untuk memberi ucapan belasungkawa secara resmi kepada Iran. Selain itu kemungkinan para tokoh juga memberi masukan agar Indonesia keluar dari Board of Peace, badan bikinan Trump itu. Walaupun ucapan belasungkawa sudah lewat akan tetapi ucapan belasungkawa ini bisa menutupi wajah malu bangsa ini. Semoga politik luar negeri Indonesia tidak blunder lagi.