LPG Merah Putih
Saya tergelitik dengan video Presiden Prabowo Subianto ketika meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk tanggal 16 Mei 2026 kemarin. Dalam video tersebut ternyata ada LPG produksi Pertamina yang dipajang di etalase Kopdes Merah Putih seharga Rp. 16.000,-. Video itu saya putar ulang-ulang. Saya takut salah penglihatan dan cara baca harga LPG Pertamina tersebut (silahkan lihat gambar di atas). Benar sekali ternyata harga LPG Pertamina di gerai Kopdes Merah Putih seharga Rp. 16.000,-. Saya yakin tidak salah.
Ternyata tidak hanya saya yang kaget dan heran, karena pasca peresmian tersebut para netizen di media sosial juga menyoroti ihwal harga LPG Pertamina di gerai Kopdes Merah Putih tersebut. Dalam lanjutan video, presiden bahkan bertanya apakah tidak mengalahkan Indomart? Ternyata presiden tidak update informasi bahwa ada salah satu menterinya yang bilang setelah Kopdes Merah Putih berdiri, Indomart dan Alfa mart harus tutup.
Presiden mungkin kaget juga dengan harga-harga yang ada di gerai Kopdes Merah Putih tersebut. Dalam hati presiden mungkin berkata harganya dibawah gerai Indomart dan Alfa Mart. Inilah yang menjadi latar belakang kemungkinan presiden mengeluarkan pertanyaan tidak mengalahkan Indomart.
Kembali ke LPG Pertamina di etalase gerai Kopdes Merah Putih. Mengapa saya menamakannya dengan LPG Merah Putih? Penamaan itu bukan karena vis-a-vis dengan LPG non Merah Putih. Jangan dikonotasikan jika tidak Merah Putih maka tidak nasionalis seperti sekarang yang umum terjadi. Jika tidak didikan militer maka tidak nasionalis. Tidak bermaksud seperti itu. Penamaan LPG Merah Putih karena LPG itu dijual di gerai Kopdes Merah Putih.
Mengapa harga LPG di gerai Kopdes Merah Putih hanya Rp. 16.000,-? Inilah yang menjadi pertanyaan kita semua. Semua sudah tahu harga LPG di pasaran umum berkisar antara Rp. 23.000-Rp. 25.000 bahkan bisa sampai Rp. 30.000,-. Harga LPG tersebut untuk ukuran 3 kg. Kalau dibandingkan dengan harga umum maka harga LPG di gerai Kopdes Merah Putih sangatlah murah, bahkan murah sekali. Harga LPG 3 kg Rp. 16.000,- adalah harga eceran tertinggi yang ditentukan oleh pemerintah. Mungkin saja Pertamina langsung kerja sama dengan Kopdes Merah Putih menyuplai stok LPG 3 Kg untuk kebutuhan desa tersebut.
Kalau benar harga barang di gerai Kopdes Merah Putih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi pemerintah maka Kopdes Merah Putih akan mengalahkan gerai lainnya seperti Indomart dan Alfamart. Tanpa disuruh tutup pun Indomart dan Alfamart akan berkurang drastis pembelinya dan akan beralih ke gerain Kopdes Merah Putih.
Pertanyaannya sekarang apakah harga LPG Pertamina 3 Kg seharga Rp. 16.000,- di gerai Kopdes Merah Putih itu akan bertahan lama dan seterusnya atau hanya ketika ditinjau presiden Prabowo Subianto ketika launching Kopdes Merah Putih saja? Jangan-jangan harga itu hanya ketika ditinjau presiden sementara setelah itu harga seperti harga umum yaitu Rp. 23.000-Rp. 25.000,-. Jangan-jangan harga segitu hanya untuk menyenangkan hati presiden setelah itu harga dirubah seperti harga umum atau bahkan lebih mahal dari harga umum. Inilah yang menjadi penyakit para pejabat kita sejak dahulu. Para pejabat ingin menyenangkan presiden sehingga harga-harga dibuat semurah mungkin dan tentunya sesuai dengan aturan pemerintah.
Presiden seharusnya sering turun ke bawah dan tidak sesuai arahan para pembantunya. Presiden sewaktu-waktu tanpa protokoler negara langsung terjun ke masyarakat untuk mengecek kinerja pembantunya. Kalau presiden hanya terima informasi dari para pembantunya dikhawatirkan informasi tersebut sudah difilter dan hanya yang baik-baik saja yang diterima oleh presiden.
Kalau memang benar harga barang di gerai Kopdes Merah Putih lebih murah dari gerai manapun, saya yakin masyarakat akan beralih ke gerai Kopdes Merah Putih tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Pertanyaannya apakah gerai Kopdes Merah Putih tidak mengambil untung? Apa Gerai Kopdes Merah Putih bisa bikin barang sendiri? Dari mana Kopdes Merah Putih membeli barang dagangannya? Apakah langsung dari produsen/pabrik atau membeli dari distributor besar? Masih banyak pertanyaan yang harus dilontarkan terkait Kopdes Merah Putih.
Untuk barang-barang yang diproduksi oleh pemerintah mungkin langsung diberikan kepada Kopdes Merah Putih seperti LPG produk Pertamina dengan harga sesuai dengan eceran tertinggi, sementara barang yang tidak diproduksi oleh pemerintah dari mana Kopdes Merah Putih mendapatkannya? Tentunya dengan membeli dari pabrik atau distributor besar? Bisakah Kopdes Merah Putih beli langsung ke pabriknya? Tentunya pabrik sudah mempunyai mekanisme sendiri untuk mendistribusikan hasil produksinya. Sebelum ada Kopdes Merah Putih, pabrik sudah mempunyai jaringan distribusi yang tentunya sudah mapan. Kalaupun Kopdes Merah Putih bisa beli langsung ke pabrik dengan harga murah mungkin ada intervensi dari pemerintah. Ini hanya kemungkinan. Kalau ini terjadi maka iklim usaha seperti ini tidak sehat karena adanya intervensi pemerintah.
Semoga Kopdes Merah Putih memang benar-benar untuk rakyat Indonesia. Maksud benar-benar untuk rakyat Indonesia adalah harga barang di gerai Kopdes Merah Putih terjangkau oleh rakyat sesuai dengan kantong rakyat Indonesia. Semoga Kopdes Merah Putih tidak hanya nama saja akan tetapi memang benar-benar Merah Putih dan punya jiwa nasionalisme tinggi dengan menjual barang dengan harga murah kepada rakyat pedesaan.