Gerakan Indonesia ASRI
Presiden Prabowo Subianto dalam Rakernas dengan kepala daerah se-Indonesia mengatakan bahwa sebentar lagi akan melaunching Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah). Gerakan ini dilatarbelakangi karena permasalahan sampah yang belum ada solusinya. Dalam rapat kerja nasional tersebut, presiden memberikan contoh pantai di Bali yang kotor penuh sampah. Karena kotor, penuh sampah dan kumuh membuat turis enggan berkunjung ke pantai tersebut.
Bagi presiden solusi seperti itu adalah gotong royong yaitu menggerakkan semua kekuatan yang ada untuk bersama-sama membersihkans sampah tiap hari, misal menggerakkan siswa sekolah setiap hari 15-30 menit untuk membersihkan sampah. Semua perkantoran, TNI, Polri tiap pagi membersihkan sampah sehingga lingkungan menjadi ASRI (Aman, Sehar, Resik, Indah). Lingkungan kita harus bersih, aman dan resik. Kosakata resik sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti bersih, apik, rapi atau suci. Kosakata ini sering digunakan untuk sinonim kata bersih. Dalam konteks umum kata resik diartikan sebagai lingkungan yang bersih, sehat dan teratur.
Memang sampah menjadi masalah di semua kabupaten/kota. Bahkan ada kabupaten/kota yang penuh dengan sampah karena pemerintah kabupaten tidak mampu mengelola sampah. Sampah jika dikelola dengan baik maka akan menghasilkan uang. Lihatlah kasus yang paling kecil. Pemulung yang pekerjaannya mengais sampah ternyata sukses dalam hidupnya. Sukses disini diartikan bisa menghidupi keluarga bahkan bisa mengkuliahkan anak sampai tingkat strata 3. Tidak hanya pemulung akan tetapi pengepul sampah juga kehidupannya sukses. Kehidupan mereka sukses berkat memungut sampah. Jika sampah dimanajemen secara baik maka akan bermanfaat bagi semua.
Jauh sebelum presiden Prabowo Subianto melaunching Gerakan Indonesia ASRI, Menteri Agama Nazarudin Umar sudah melaunching gerakan ekoteologi dimana ekoteologi menjadi program asta protas Kementerian Agama. Ekoteologi ini diluncurkan untuk mengintegrasikan ajaran agama dengan konservasi lingkungan. Adapun program ekoteologi di lapangan adalah:
Masjid ramah lingkungan
Wakaf pohon
Pengurangan sampah plastik
Edukasi di madrasah dan pesantren tentang ekoteologi.
Kementerian Agama jauh sebelum presiden Prabowo Subianto melaunching Gerakan Indonesia ASRI sudah melaunching Kementerian Agama ASRI. Akronim ASRI di Kementerian Agama adalah Aman, Sejuk, Rindang dan Indah. Memang berbeda dengan akronim ASRI pada Gerakan Indonesia ASRI akan tetapi tujuannya sama membuat lingkungan adem, indah, aman, sejuk dan bersih.
Gerakan Indonesia ASRI harus didukung oleh semua rakyat Indonesia. Mengapa demikian? Gerakan ini adalah gerakan penyelematan lingkungan. Musibah bertubi-tubi sampai sekarang belum reda di negara ini dikarenakan rusaknya lingkungan. Untuk penyelamatan lingkungan tersebut diperlukan gerakan bersama agar lingkungan kembali normal. Penyelamatan lingkungan merupakan salah satu dari tujuan maqashid as-syariah yaitu hifz al-bi'ah (menjaga lingkungan). Ada 6 maqashid as-syariah yaitu hifz al-din (menjaga agama), hifzu al-nafs (menjaga jiwa), hifzu al-nasl (menjaga keturunan), hifzu al-mal (menjaga properti), hifzu al-aql (menjaga kebebasan berpikir) dan hifzu al-biah (menjaga kelestarian lingkungan). Asal mula maqashid al-syariah sebenarnya ada 5 sebagaimana diatas kecuali hifzu al-bi'ah (menjaga lingkungan). Maqashid al-syariah yang 5 tersebut dicetuskan oleh Imam as-Syatibi. Kemudian berkembang menjadi 6 karena lingkungan menjadi kebutuhan primer saat ini, sama primernya dengan maqashid al-syariah yang lima tersebut. Untuk masalah maqashid al-syariah yang berjumlah 6 akan saya bahas di kemudian hari kaitannya dengan Gerakan Indonesia ASRI. Gerakan Indonesia ASRI adalah manifestasi dari pelaksanaan hifdu al-bi'ah (menjaga lingkungan) yang merupakan salah satu dari tujuan syariah.